Semester I/2026, Penjualan Batu Bara PTBA Capai 21,1 Juta Ton

Jumat, 24 Juli 2026 | 23:15:31 WIB
PTBA Jual 21,1 Juta Ton Batu Bara Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mewujudkan penjualan batu bara guna memenuhi kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) sekitar 55% dari keseluruhan produksi pada paruh pertama tahun 2026. 

Angka pencapaian tersebut melampaui ketentuan batas minimal DMO sebesar 25% yang telah digariskan pemerintah. Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengemukakan bahwa pemenuhan kebutuhan pasar internal tetap menjadi fokus utama perseroan di tengah tingginya permintaan ekspor.

"Hingga semester I/2026, penjualan kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton. Secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55% dari total produksi, atau telah melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25% yang ditetapkan pemerintah," ujar Bambang dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, pencapaian tersebut menggambarkan dedikasi PTBA dalam mengamankan ketersediaan batu bara untuk keperluan kelistrikan nasional, sekaligus memaksimalkan peluang di kancah internasional. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, PTBA menghasilkan produksi batu bara sejumlah 19,45 juta ton. 

Berbekal ketersediaan stok persediaan yang memadai, perusahaan membukukan angka volume penjualan di level 21,10 juta ton. Dari total volume penjualan itu, pasokan domestik menyentuh 10,77 juta ton atau kurang lebih 51% dari keseluruhan penjualan. Di sisi lain, volume ekspor mencapai 10,33 juta ton atau 49% dari total penjualan. 

Perseroan mencatat peningkatan ekspor sekitar 5% dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya, yang didukung oleh tingginya permintaan dari beberapa negara destinasi utama seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, serta Thailand.

Kendati demikian, PTBA menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri senantiasa menduduki prioritas utama korporasi. Pada aspek operasional, PTBA mendistribusikan 18,15 juta ton batu bara hingga akhir Juni 2026. Sebanyak 17,47 juta ton dari jumlah tersebut dikirimkan via kereta api yang menjadi tulang punggung rantai pasok distribusi batu bara perusahaan. 

PTBA turut mempertahankan metode penambangan selektif (selective mining) dengan mencatatkan rasio kupas (stripping ratio) pada level 5,26 kali, yang mana angka ini masih berada di bawah batasan target tahunan senilai 5,63 kali. 

Dalam rangka memperkuat ekspansi bisnis, PTBA terus mengalirkan belanja modal yang diarahkan pada perluasan infrastruktur logistik, meliputi proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan serta pembangunan Inpit Conveyor Banko.

"Memasuki semester II/2026, PTBA akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batu bara global," ujar Bambang.

Terkini