Semester I/2026, Penjualan Unilever Tumbuh 7,05% Capai Rp16,89 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 01:30:02 WIB
Penjualan Unilever (UNVR) Naik 7,05% Jadi Rp16,89 T di Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang merupakan raksasa di sektor FMCG sukses menorehkan performa keuangan yang positif selama kurun waktu Januari hingga Juni 2026.

Berdasarkan laporan keuangan resmi dari perseroan, UNVR mencatatkan angka pendapatan sebesar Rp16,89 triliun sepanjang paruh pertama tahun 2026. Jumlah tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 7,05% secara tahunan (year-on-year/YoY) apabila dibandingkan perolehan pada periode serupa tahun sebelumnya yang berada di angka Rp15,78 triliun.

Peningkatan omzet Unilever sepanjang semester I/2026 ini utamanya disokong oleh kenaikan penjualan pada lini segmen perawatan pribadi (personal care) yang terkerek naik 8,07% YoY menjadi Rp12,36 triliun, dari sebelumnya Rp11,44 triliun pada kurun waktu yang sama di 2025. 

Tren positif serupa turut dialami oleh segmen makanan dan minuman Unilever yang mengalami eskalasi sebesar 4,34% YoY, yakni dari Rp4,34 triliun menjadi Rp4,53 triliun pada paruh pertama tahun 2026 ini.

Seirama dengan meningkatnya total penjualan korporasi, Unilever juga membukukan beban pokok penjualan yang membengkak 10,52% YoY hingga mencapai Rp9,02 triliun per Juni 2026. Angka tersebut mengalami kenaikan jika disandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat senilai Rp8,16 triliun.

Kendati demikian, setelah dikurangkan dengan berbagai macam komponen beban serta kewajiban pajak, Unilever tetap mampu mengantongi laba dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp2,08 triliun sepanjang rentang waktu Januari sampai Juni 2026. Perolehan tersebut menanjak 10,23% YoY apabila dibandingkan capaian periode serupa di 2025 yang sebesar Rp1,88 triliun.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengutarakan bahwa hasil kinerja paruh pertama ini merefleksikan manifestasi positif dari beragam langkah perseroan dalam memperkokoh fundamental bisnis belakangan ini.

”Di tengah lingkungan usaha yang dinamis serta investasi yang terus kami lakukan untuk mentransformasi bisnis demi memperkuat daya saing jangka panjang, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang konsisten dan berkualitas serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," katanya dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2026).

Meninjau dari aspek struktur neraca keuangan, Unilever Indonesia mengantongi total aset senilai Rp16,45 triliun per Juni 2026, yang mengalami penyusutan dari posisi Rp20,01 triliun pada Desember 2025. Di samping itu, total liabilitas perseroan juga terpantau turun menjadi Rp13,43 triliun per Juni 2026 dari angka Rp15,54 triliun pada akhir Desember 2025. Penurunan serupa turut terjadi pada komponen ekuitas UNVR yang kini berada di level Rp3,02 triliun.

Menyongsong waktu ke depan, Benjie memaparkan bahwa pihaknya bakal terus berkonsentrasi menggenjot pertumbuhan yang kompetitif lewat kedisiplinan eksekusi strategi kategori produk, perluasan saluran distribusi, serta pengendalian efisiensi biaya. Pihaknya pun menaruh keyakinan penuh dalam meraup hasil fundamental bisnis yang solid.

”Di tengah kondisi pasar yang masih dinamis, kami optimistis dapat terus memperkuat kinerja bisnis melalui fundamental yang semakin kokoh, portofolio merek yang kuat, eksekusi pasar yang lebih efektif, serta fokus berkelanjutan pada produktivitas,” tegasnya.

Terkini