Pemerintah Dorong Penggunaan Baterai Nikel untuk Motor Listrik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:57:31 WIB
Persiapan Motor Listrik Nasional, Bahlil: RI Punya Pabrik Baterai [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengemukakan bahwa pihak pemerintah secara aktif memberikan dorongan penuh terhadap upaya penguatan rantai pasok sektor industri kendaraan motor listrik nasional melalui optimalisasi pemanfaatan komponen baterai yang berbasis bahan baku nikel.

Bahlil menuturkan bahwa negara Indonesia saat ini telah memiliki fasilitas kapasitas produksi baterai nikel mandiri yang diproyeksikan bakal menjadi poin keunggulan kompetitif tersendiri dalam proses pengembangan kendaraan listrik.

"Ke depan itu motornya itu kan baterainya itu kan ke depan kami akan lebih mendorong, karena kami sudah mempunyai pabrik baterai dari nikel, kami akan lebih mendorong ke nikel," kata Bahlil dalam agenda Presidential Briefing Kadin Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Meskipun demikian, ia tetap memberikan penegasan bahwa pihak pemerintah bakal senantiasa memperhitungkan secara cermat aspek tingkat keekonomian agar pemanfaatan baterai berbasis nikel tersebut nantinya mampu bersaing secara sehat di pasaran.

"Tapi kami lihat tingkat keekonomiannya, tapi kami yakin bahwa tingkat keekonomian nikel Indonesia itu akan jauh lebih kompetitif. Dan kami akan melakukan beberapa langkah-langkah penyesuaian terhadap komponen-komponen dalam harga supaya lebih ekonomis," ujar Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil membeberkan bahwa agenda pokok pembahasan antara pihak pemerintah dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia salah satunya akan memfokuskan diri pada percepatan program hilirisasi industri serta proyek pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW).

 Di samping itu, pemerintah turut membuka lebar peluang partisipasi bagi para pelaku pengusaha nasional agar bisa terlibat langsung di dalam proyek strategis tersebut.

"Hari ini, kami akan menghadap Bapak Presiden, sekaligus mendampingi Bapak Presiden dalam menerima dunia usaha. Sebentar ada dunia usaha yang bertemu Bapak Presiden, jadi kami mendampingi Bapak Presiden," ujarnya.

Menurut penjelasannya, dari ranah sektor energi terdapat sejumlah deretan agenda strategis penting yang diagendakan untuk dibahas bersama, terkhusus yang berkaitan erat dengan program hilirisasi industri yang selama ini konsisten menjadi prioritas utama kerja pemerintah.

"Banyak hal lah. Pasti hilirisasi, itu pasti, karena ke depan kan program ini yang akan kami lakukan terus," kata Bahlil.

Di luar agenda hilirisasi tersebut, pemerintah juga dijadwalkan membahas percepatan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 GW. Dalam kerangka proyek pembangunan tersebut, pemerintah berencana untuk menyediakan kesempatan emas bagi kalangan pelaku usaha nasional yang telah memenuhi kualifikasi persyaratan agar dapat ikut ambil bagian secara aktif.

"Kemudian pengembangan power plant, lebih khusus kepada solar panel yang kami akan bangun 100 gigawatt. Ini kami akan memberikan opsi kepada beberapa teman-teman pengusaha nasional yang memenuhi sya

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:26:31 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:22:01 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:17:01 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:09:01 WIB