Mendagri Tito Minta Pemda Optimalkan Aset untuk Sekolah Rakyat

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:36:01 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin koordinasi dengan seluruh pemerintah daerah guna menyiapkan lahan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat.

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin koordinasi dengan seluruh pemerintah daerah guna menyiapkan lahan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat.

Dalam siaran pers Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta yang dikutip ANTARA, Minggu (2/8/2026), Tito menyatakan pemerintah mengoptimalkan penggunaan aset-aset daerah yang terlantarkan untuk difungsikan sebagai lokasi Sekolah Rakyat.

“Diharapkan anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan insyaallah, semoga Tuhan memberkati mereka kemudian ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya,” kata Tito.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito ketika hadir dalam seremoni peletakan batu pertama proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, sembari membagikan paket bantuan, Sabtu (1/8/2026).

Skema pendidikan ini dirancang khusus menyasar anak dari kalangan keluarga desil 1 serta desil 2 agar sanggup mengecap pendidikan memadai.

Tito menerangkan bahwa seluruh bangunan Sekolah Rakyat bakal menggunakan konsep desain arsitektur yang seragam di berbagai wilayah Indonesia.

Kompleks Sekolah Rakyat nantinya akan dilengkapi sarana asrama, ruang kelas, ruang guru, serta area lapangan olahraga.

Menurut Tito, lahirnya program Sekolah Rakyat berakar dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib anak-anak yang belum berkesempatan mengenyam pendidikan secara layak.

Mendagri menilai Presiden memandang kehadiran negara sebagai bentuk tanggung jawab penuh terhadap anak-anak terlantar sesuai dengan amanat UUD 1945.

“Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya karena dua faktor utama. Presiden Prabowo Subianto memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia,” katanya.

Dalam agenda itu, Tito bersama Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian turut membagikan bantuan 45 paket sembako kepada guru, 88 tumbler untuk siswa, serta penyerahan KTP elektronik pemula secara simbolis.

Tri ikut mengimbau para murid untuk membiasakan penggunaan botol minum isi ulang demi mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai.

Selain itu, rombongan juga melakukan aksi penanaman pohon sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Terkini