JAKARTA — PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) melalui entitas anak usahanya, PT Margautama Nusantara (MUN) Group, berhasil membukukan total pendapatan Rp424,1 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026.
Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure Indah D.P. Pertiwi memaparkan bahwa perolehan omzet tersebut melonjak 7,3 persen secara tahunan (year on year/YoY) bila dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.
"Di tengah dinamika biaya mobilitas, kami melihat kinerja bisnis jalan tol tetap menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan laba dari operasional dan Net Income MUN Group mencerminkan upaya kami dalam menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja aset di setiap wilayah," ujarnyadalam siaran pers resmi, Minggu (2/8/2026).
Indah menambahkan, kenaikan pundi-pundi pendapatan tersebut dipicu oleh melesatnya volume arus kendaraan di seluruh ruas tol MUN Group hingga 5,9 persen (YoY) per Juni 2026.
Pertumbuhan trafik tersebut disokong oleh kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) di Jalan Tol BSD yang naik 5,6 persen (YoY), serta Tol Makassar yang tumbuh 6,2 persen (YoY).
Perolehan dari entitas asosiasi turut menjadi pilar penguat profitabilitas perseroan, di mana pos share in net profit of associates menyumbang Rp55,1 miliar atau naik 12 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pencapaian ini secara langsung menggambarkan dampak positif kinerja MUN sebagai unit portofolio jalan tol yang strategis di bawah naungan perseroan.
Di samping ekspansi bisnis, Manajemen Nusantara Infrastructure konsisten menjaga kehati-hatian dalam penataan keuangan serta permodalan.
Bila disandingkan dengan catatan pada 2025, ekuitas perseroan merangkak naik 0,2 persen, sementara pos liabilitas berhasil ditekan hingga turun 8,5 persen.
Ke depan, manajemen menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan seluruh potensi lini bisnis yang dimiliki, termasuk sektor operasional jalan tol.
"Perseroan akan terus mengoptimalkan kinerja seluruh portofolio bisnis, meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, serta menerapkan pengelolaan risiko secara prudent untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya.