Perluas Portofolio DRMA Luncurkan Dua Produk Fast Charging EV

Minggu, 02 Agustus 2026 | 00:00:02 WIB
GIIAS 2026.

JAKARTA — Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) tengah membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) terintegrasi sebagai infrastruktur pendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua di tanah air.

Langkah di segmen komponen kendaraan ramah lingkungan ini dinilai memiliki prospek cerah serta diyakini mampu menopang kinerja konsolidasi perusahaan dalam jangka panjang.

Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD Tangerang, Sabtu (1/8/2026), perseroan resmi mengenalkan dua produk teranyar, yakni Fast Charging 2W dan Buffer Charging.

Kedua perangkat tersebut diproduksi melalui anak usahanya, PT Dharma Electrindo Manufacturing (DEM), yang merupakan entitas bisnis perseroan di bidang manufaktur komponen kendaraan bermotor.

Direktur DRMA Dian Eka Hartiningsih menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas portofolio bisnis grup yang sebelumnya didominasi oleh pasokan komponen kendaraan bernyawa mesin pembakaran internal (ICE).

"Dan untuk melengkapi portfolio bisnis ke depan, kami mulai merambah ke EV. Dan memang kalau kami lihat penjualan EV di tahun ini dibandingkan tahun lalu kan sudah jauh meningkat, sehingga kami berusaha untuk menyediakan secara ekosistem yang lengkap untuk mendukung EV bisa lebih diterima oleh masyarakat Indonesia," ujarnya saat ditemui di ICE BSD Tangerang, Sabtu (1/8/2026).

Hingga kini Dharma Group menaungi 10 entitas anak perusahaan. Dian menuturkan, DEM tergolong satu dari tiga anak usaha yang memberikan sumbangsih penjualan konsolidasi paling besar.

Jika diklasifikasikan menurut segmen usaha, DRMA mengoperasikan lini bisnis kendaraan roda dua, roda empat, serta kategori pendukung lainnya.

Selama paruh pertama tahun 2026, segmen roda dua menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan senilai Rp1,85 triliun, atau setara 58 persen dari total pendapatan konsolidasi yang mencapai Rp3,16 triliun.

Pada kesempatan terpisah, Direktur PT Dharma Electrindo Manufacturing Laberte Andri H menyatakan bahwa penyerapan kendaraan listrik di Indonesia tumbuh sangat pesat.

Sebagai produsen komponen otomotif, pihaknya terus berupaya menghadirkan jajaran produk yang mampu memenuhi standar kualifikasi serta mutu permintaan pasar.

Perangkat yang diperkenalkan ini sudah mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 50 persen. Produk Fast Charging 2W dirancang untuk pengisian daya cepat berdurasi sekitar 15 menit.

Sementara itu, Buffer Charging disiapkan sebagai pengisi daya portabel yang dapat dibawa ke area terpencil seperti kawasan pertambangan, perkebunan, maupun area industri.

"Kami termasuk pioneer di dalam lokalisasi charging tersebut. Kami juga sudah mendapatkan sertifikasi SNI di produk kami untuk roda empat sehingga kami siap support program-program pemerintah yang berhubungan dengan pengadaan charging tersebut," kata Andri.

Mengenai kontribusi terhadap kinerja grup, Andri mengaku belum mematok target angka penjualan spesifik untuk kedua inovasi anyar tersebut karena fokus utama tahun ini masih pada tahap pengenalan ke pasar.

"Namun dengan kualitas yang kami punya, kami yakin di kemudian hari [komponen kendaraan listrik] akan menjadi salah satu bisnis yang bisa support di grup kami," pungkasnya.

Terkini