Investasi Industri Asuransi Tembus Rp977,81 Triliun pada Mei 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:13:02 WIB
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi investasi industri asuransi komersial menyentuh angka Rp977,81 triliun pada Mei 2026. Capaian tersebut merangkum portofolio dari lini asuransi jiwa, asuransi umum, hingga reasuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menguraikan bahwa porsi penempatan investasi hingga kini masih didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN).

“Yang mencapai Rp317,66 triliun atau sekitar 42,94% dari total investasi, diikuti oleh investasi pada saham sebesar 15,13% dan reksadana sebesar 13,46% dengan hasil investasi posisi Mei adalah sebesar Rp5,51 triliun,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK OJK Juni 2026, dikutip pada Senin (3/8/2026).

Menurut Ogi, tingginya penempatan dana pada SBN menandakan bahwa pelaku industri asuransi senantiasa mengedepankan asas kehati-hatian (prudential), terutamanya saat menghadapi fluktuasi pasar keuangan serta ketidakpastian kondisi global.

“Instrumen SBN dinilai memiliki tingkat risiko yang relatif lebih rendah, likuiditas yang baik, serta mampu mendukung pengelolaan kewajiban jangka panjang perusahaan asuransi,” jelasnya.

Di sisi lain, OJK membukukan perolehan premi asuransi komersial pada Mei 2026 sebesar Rp139,54 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan tipis 0,67% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Ogi menjelaskan bahwa perolehan premi komersial tersebut ditopang oleh kinerja asuransi jiwa yang melaju 5,87% YoY menjadi Rp76,79 triliun.

”Dan premi asuransi umum dan reasuransi yang sedikit terkontraksi sebesar 5,03% year on year dengan nilai sebesar Rp62,76 triliun,” katanya dalam konferensi pers daring RDKB OJK Juni 2026, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan paparan data tersebut, nilai klaim asuransi komersial sepanjang lima bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp91,79 triliun atau meningkat 8,54% YoY.

Terkini