Atasi Cuaca Ekstrem Nias Barat, BNPB Kesiagakan Petugas di Lokasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:35:32 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tim petugas gabungan masih terus disiagakan di lokasi terdampak bencana cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel dilakukan guna mengantisipasi dampak susulan serta mempercepat langkah penanganan di area terdampak.

"BPBD Kabupaten Nias Barat terus berkoordinasi dengan pihak terkait di tengah kondisi genangan di lokasi bencana yang berangsur surut," kata dia.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi berdasarkan laporan yang diterima dari BPBD setempat, cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi memicu banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Nias Barat sejak Senin (3/8).

Adapun kawasan yang tergenang banjir mencakup Desa Ononamolo III di Kecamatan Mandrehe Barat serta Desa Togimbuaya di Kecamatan Mandrehe. Sementara itu, dampak angin kencang merenggut korban jiwa di Desa Sisobambowo, Kecamatan Mandrehe.

"Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon kelapa yang tumbang diterjang angin kencang saat hujan deras berlangsung," kata dia.

Ia menambahkan peristiwa banjir ini turut merusak sektor pertanian dengan merendam sedikitnya lima hektare lahan persawahan milik warga setempat, serta sempat mengganggu aksesibilitas masyarakat karena berdampak pada satu ruas jalan utama berstatus jalan provinsi.

Terkini