Inilah Negara Terbaik Untuk Mengamati Gerhana Matahari Total 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:39:32 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari Total.

JAKARTA - Untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari 100 tahun, fenomena gerhana matahari total bakal melintasi wilayah daratan Spanyol pada 12 Agustus 2026.

Dipadukan dengan puncak hujan meteor Perseid serta fenomena langka parade enam planet pada hari yang sama, para pengamat langit akan disuguhkan pemandangan antariksa yang spektakuler.

Kegelapan siang hari akan menyelimuti Semenanjung Iberia mendekati waktu matahari terbenam, serta sebagian wilayah Greenland dan Islandia, saat posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar secara sempurna.

Dimulai dari kawasan dekat Kutub Utara sebelum bergerak ke arah selatan, fase totalitas akan berlangsung hingga 2 menit 18 detik. Momen ini sekaligus menjadi pembuka pertunjukan gerhana tahun depan.

Dibutuhkan waktu 1,5 jam bagi bayangan umbra bulan untuk melintasi jalur sepanjang 8.260 kilometer di atas Samudra Atlantik. Puncak durasi totalitas terlama akan terjadi di lepas pantai barat Islandia.

Saat bayangan mencapai wilayah Portugal dan Spanyol yang dipadati jutaan penonton, durasi totalitas akan menyusut menjadi sekitar satu menit, sebelum akhirnya berakhir di Laut Mediterania.

Kemegahan fenomena ini juga didukung oleh rangkaian peristiwa langit lainnya. Hari akan diawali dengan parade enam planet tetangga sebelum fajar, dan ditutup puncak hujan meteor Perseid setelah matahari terbenam.

Pembuat peta gerhana Michael Zeiler bahkan berburu fenomena yang lebih langka, yakni aurora borealis. Untuk gerhana matahari totalnya yang ke-13 ini, Zeiler akan berada di atas kapal pesiar kawasan fjord Greenland.

"Hal yang paling membuat saya bersemangat adalah menyaksikan fenomena alam yang sangat langka," ujar Zeiler, seperti dilansir Independent.

Fenomena ini juga memikat perhatian lembaga antariksa dunia. Badan Antariksa Eropa (ESA) bakal menggelar siaran langsung dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Spanyol, serta perayaan publik di kota Leon.

"Bagi saya, ini bukan sekadar momen ilmiah atau keselarasan benda langit. Ini adalah momen kemanusiaan yang sangat emosional-sebuah hubungan nyata antara kami yang berpijak di bumi dengan alam semesta," tutur Direktur Sains ESA Carole Mundell.

Rangkaian ini terbilang sangat langka. Gerhana matahari total terakhir yang melintasi daratan Spanyol terjadi pada 1912, tepat dua hari sebelum tenggelamnya kapal Titanic.

Terkini