JAKARTA - Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Rudi Darmoko menyatakan bahwa sinergi antara Polri, Australian Federal Police (AFP), dan Polícia Nacional de Timor-Leste (PNTL) menjadi kunci utama dalam memperkuat pengamanan kawasan perbatasan sekaligus penanganan kejahatan lintas negara.
Rudi menyampaikan hal tersebut sewaktu menyambut kedatangan delegasi Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, AFP, serta PNTL di Markas Polda NTT, Kamis.
"Tantangan keamanan di wilayah perbatasan tidak dapat dihadapi sendiri sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat, terutama dalam pengawasan perbatasan, pertukaran informasi intelijen, serta penanganan kejahatan transnasional," katanya.
Menurut Rudi, letak geografis Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste dan berada di jalur menuju Australia menuntut adanya penguatan kerja sama lintas negara demi menjaga stabilitas keamanan kawasan.
Penerjemah Madya Divhubinter Polri Kombes Pol. Juara Silalahi menerangkan bahwa Trilateral Meeting ini menjadi wadah untuk mempererat koordinasi, pertukaran informasi intelijen, hingga peningkatan kapasitas personel guna menghadapi ancaman kejahatan lintas batas.
Di samping membahas mekanisme kerja sama operasional, agenda pertemuan tersebut diwarnai pula dengan penyerahan bantuan sarana operasional dari pihak AFP kepada Polda NTT berupa sepeda motor, laptop, printer, dan teropong untuk menunjang pengamanan wilayah perbatasan.
Rudi mengapresiasi tinggi dukungan tersebut dan berharap bantuan yang diberikan dapat mendongkrak kemampuan operasional para personel dalam mengawal keamanan di kawasan perbatasan.
Delegasi AFP tersebut dipimpin oleh Federal Agent Chad Aston bersama Judy Goldsmith, Sarah Hammond, dan Dalia Das Regas. Sedangkan delegasi PNTL dipimpin langsung oleh Chief Superintendent Calisto Gonzaga didampingi Boavida Ribeiro, Eugenio Pereira, serta Esterlita Gama Soares.
Seusai seremoni pembukaan selesai dilaksanakan, jajaran delegasi Polri, AFP, dan PNTL melanjutkan kegiatan rapat teknis demi membahas penguatan koordinasi, pertukaran data informasi, serta langkah-langkah operasional bersama dalam menjaga keamanan di wilayah Indonesia, Timor-Leste, dan Australia.