JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) bersiap mengeksekusi pemisahan atau spin off segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,86 triliun kepada anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).
Ketentuan langkah strategis tersebut tertera pada dokumen Rancangan Pemisahan dan Keterbukaan Informasi yang dipublikasikan Telkom pada Jumat (7/8/2026).
Proses pemisahan dilakukan melalui pengalihan hak aktiva beserta pasiva yang terhubung dengan segmen bisnis Wholesale Fiber Connectivity Tahap 2 kepada TIF, entitas usaha yang berada di bawah kendali Telkom.
"Nilai segmen usaha yang akan dipisahkan mencapai Rp49,858 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 33% dari ekuitas Telkom berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember 2025," mengutip keterangan resmi TLKM.
Sebagai bagian dari transaksi ini, TIF bakal menerbitkan sebanyak 498,58 juta lembar saham baru yang seluruh porsinya diambil alih oleh pihak Telkom.
Saham baru tersebut memiliki patokan nilai konversi Rp100.000 per lembar dan disetor penuh melalui pengalihan objek transaksi, sehingga tidak melibatkan transaksi pembayaran dalam bentuk tunai.
Usai transaksi ini rampung secara efektif, porsi kepemilikan saham Telkom di TIF merangkak naik menjadi 99,9999999 persen dari posisi semula 99,9999997 persen.
Sementara itu, persentase kepemilikan PT Multimedia Nusantara di TIF bergeser menjadi 0,0000001 persen.
Aksi pemisahan ini dipastikan tidak mengubah komposisi struktur kepemilikan saham bagi para pemegang saham Telkom saat ini.
Manajemen Telkom memaparkan bahwa pemisahan tahap kedua ini merupakan langkah lanjutan dari penguatan fondasi tata kelola bisnis serta aset infrastruktur fiber di bawah naungan TIF.
Melalui pemisahan ini, pengorganisasian aset, pelanggan, mitra, aktiva, pasiva, hingga fungsi pendukung diharapkan berjalan makin terpadu di dalam entitas khusus infrastruktur.
TIF diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan dari strategi monetisasi external wholesale sekaligus penyedia jaringan konektivitas fiber wholesale bagi ekosistem Telkom Group.
Langkah ini juga menjadi bagian dari peta jalan transformasi Telkom menuju strategic holding serta upaya merealisasikan nilai potensi bisnis fiber secara menyeluruh.
Proses pengalihan objek transaksi akan menggunakan skema mekanisme pemisahan tidak murni (spin off).
Sebagai kompensasi atas pengalihan tersebut, TIF akan menerbitkan paket saham baru yang sepenuhnya diserap oleh Telkom.
Secara konsolidasian, Telkom menegaskan bahwa pengalihan aset dan kewajiban ini tidak menggeser ringkasan data keuangan maupun rasio keuangan utama grup per posisi 31 Desember 2025.
Di sisi lain, lini bisnis Wholesale Fiber Connectivity yang dipisahkan mencatatkan total aset sebesar Rp29,15 triliun pada penutupan 2025, dengan liabilitas Rp316 miliar serta ekuitas Rp28,84 triliun.
Sektor bisnis ini meraih pendapatan Rp22,72 triliun pada 2025, terkoreksi dari torehan Rp25,19 triliun pada 2024, sementara laba tahun berjalan berada di angka Rp11,79 triliun dari semula Rp13,9 triliun.
Telkom berharap transaksi ini mampu memperkokoh posisi Telkom Group sebagai pemain utama digital telco dan infrastruktur, sekaligus mendongkrak efisiensi serta nilai jual jangka panjang.
Perseroan menilai pemisahan aset fiber membuka peluang monetisasi eksternal serta kemitraan strategis dengan pemain infrastruktur dan teknologi global.
Aksi ini juga difokuskan untuk memperluas jangkauan broadband, mempercepat pembangunan jaringan fiber, serta memperkuat ekosistem konektivitas nasional.
Rangkaian perkiraan jadwal pemisahan fiber Telkom meliputi pemberitahuan RUPS ke OJK pada 31 Juli 2026, dilanjutkan pengumuman Rancangan Pemisahan, ringkasan untuk karyawan, dan pengumuman RUPS pada 7 Agustus 2026.
Batas akhir pengajuan keberatan dari kreditur ditetapkan pada 21 Agustus 2026, diikuti pemanggilan RUPS pada 8 September 2026.
Pelaksanaan RUPS guna persetujuan pemisahan serta penandatanganan Akta Pemisahan dijadwalkan pada 30 September 2026, dan diakhiri penyampaian hasil RUPS pada 2 Oktober 2026.