Tim Para Panahan Indonesia Siap Tampil di India di Musim Kompetisi 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:46:31 WIB
Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang.

JAKARTA - Tim para panahan Indonesia dijadwalkan bakal bertanding pada kejuaraan di India sebelum bertolak menuju Jepang untuk bersaing di ajang Asian Para Games 2026 pada 18-24 Oktober mendatang.

Merujuk siaran pers resmi, Senin, turnamen yang diselenggarakan di Ahmedabad, India tersebut bertajuk Hyundai World Archery Para Series 2026 dan dihelat pada 5-9 September.

Kompetisi ini menjadi momen krusial guna mengumpulkan poin demi mengamankan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Sebelum bertolak ke India, tim para panahan Indonesia baru saja menuntaskan partisipasi pada ajang Para-meter Archery Indonesia Open 2026 di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Solo, Jawa Tengah, pada 7-8 Agustus.

Pada kejuaraan tersebut, tim Indonesia sukses menyabet predikat juara umum dengan raihan dua medali emas dan satu medali perak.

Dua emas dipersembahkan oleh Ken Swagumilang di nomor perorangan serta nomor mixed team saat berduet dengan Teodora Audi Ayudia Ferelly, sedangkan satu perak disumbangkan pasangan Kholidin dan Noviera Ross pada nomor mixed team recurve.

Pada ajang ini, para pemanah disabilitas Indonesia turut diuji kemampuannya dengan menghadapi atlet-atlet non-disabilitas.

Dari total 65 peserta yang berpartisipasi, sebanyak 40 atlet di antaranya merupakan pemanah non-disabilitas.

"Biasanya mereka bertanding dengan sesama atlet disabilitas, kali ini didatangkan atlet yang non disabilitas. Artinya pertarungan mental di ajang ini sangat membantu atlet-atlet para panahan Indonesia menuju kejuaraan yang lebih besar," kata pelatih para panahan Indonesia Idya Putra Harjianto.

Idya turut membeberkan bahwa terdapat beberapa penyesuaian regulasi pertandingan yang sengaja diterapkan guna menggembleng tingkat fokus para atlet Indonesia.

Salah satu penerapannya yakni penggunaan satu bantalan target untuk tiga peserta, yang umumnya diisi oleh dua peserta.

Di samping itu, format panggung alternate shoot juga mulai diperkenalkan sejak putaran kedua.

Sistem alternate shoot ini menjadi poin evaluasi utama jajaran pelatih sehabis mengikuti kejuaraan dunia di Novemesto, Republik Ceko, pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026 lalu, lantaran para atlet Indonesia sempat canggung bertanding di panggung dengan format tersebut.

"Kami memberlakukan sistem alternate shoot yang jarang dijumpai di Indonesia. Dari sinilah kami akan membiasakan diri menuju panggung alternate yang akan digunakan saat kejuaraan dunia dan Asian Para Games," ungkap Idya.

Sementara itu, ketua penyelenggara Para-meter Archery Indonesia Open 2026, Rameez Ali, menjelaskan bahwa agenda ini mengusung dua sasaran vital.

Selain untuk menguji kesiapan sebelum berlaga di Asian Para Games 2026, NPC Indonesia juga berupaya menyatukan para pemanah disabilitas dan non-disabilitas dalam satu arena.

"Melalui ajang ini kami ingin menambah solidaritas antara pemanah disabilitas dan non disabilitas, yang mana selama ini mungkin belum pernah bertanding bersama, terutama di kejuaraan nasional. Maka dari itu, NPC Indonesia berinisiatif mengadakan kejuaraan ini untuk upaya solidaritas," ucap Rameez.

Agenda ini juga ditujukan untuk memacu animo berprestasi pada cabang olahraga para panahan, di mana deretan atlet disabilitas dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, hingga Sumatera Barat turut berpartisipasi.

Terkini