Keyakinan Konsumen Juli 2026 Tetap Terjaga Bank Indonesia Catat 116.8

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:29:01 WIB
Ilustrasi Pengunjung berbelanja saat Festival Jakarta Great Sale di Kuningan City Mall.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merilis laporan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) untuk periode Juli 2026 yang bertahan di zona optimis (indeks di atas 100) yakni menyentuh angka 116,8.

“Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Kondisi optimisme masyarakat yang tetap terjaga sepanjang Juli 2026 disokong oleh performa Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang bertahan di zona positif, masing-masing tercatat 107,9 dan 125,7, kendati terdapat penurunan tipis bila disandingkan bulan sebelumnya yang membukukan 109,2 dan 126,4.

Lebih detail, capaian IKE yang konsisten berada di level positif ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), hingga Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) yang masing-masing mencapai 118,5, 101,1, serta 104,1, walau terhitung melandai dari capaian bulan sebelumnya yaitu 119,8, 101,8, dan 105,9.

Di sisi lain, Denny memaparkan bahwa proyeksi masyarakat mengenai kondisi perekonomian dalam kurun enam bulan mendatang diproyeksikan tetap solid, hal mana tecermin dari IEK Juli 2026 yang menorehkan angka 125,7, kendati terkoreksi tipis dari posisi bulan sebelumnya sebesar 126,4.

“Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 133,6, 123,1, dan 120,4,” kata dia lagi.

Bukan hanya itu, BI turut mencatat rerata porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan bagi kebutuhan konsumsi (average propensity to consume ratio) berada di level 72,7 persen sepanjang Juli 2026, terbilang stabil jika dibandingkan capaian bulan lalu yakni 73,0 persen.

Di lain sisi, porsi alokasi bagi pembayaran cicilan atau pinjaman (debt installment to income ratio) berada pada posisi 10,5 persen, sedikit merangkak naik bila dibandingkan porsi bulan sebelumnya yang sebesar 10,0 persen.

Adapun porsi dari pendapatan konsumen yang disisihkan untuk tabungan (saving to income ratio) membukukan angka 16,8 persen, relatif konstan jika disandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya yaitu 17,0 persen.

Terkini