Hasil Rebalancing MSCI Besok: CPIN dan GOTO Rawan Terdepak

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:17:01 WIB
Warga melintas di depan gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA — Penyedia indeks global MSCI bersiap mengumumkan hasil kocok ulang atau rebalancing pada esok hari, Kamis (13/8/2026). Sejumlah emiten diprediksi bakal terdepak dari jajaran indeks MSCI. Analisis riset Samuel Sekuritas memproyeksikan bahwa dari kelompok indeks MSCI Standard Cap, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) bakal merosot turun kelas ke MSCI Small Cap. Di sisi lain, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) justru terancam dihapus dari indeks Standard Cap.

Berikutnya pada kategori MSCI Small Cap, beberapa saham yang berada dalam status rawan didepak meliputi KPIG, HEAL, FILM, TCPI, RATU, JSMR, BUKA, PWON, ESSA, AVIA, ARTO, dan CTRA.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memaparkan bahwa saham CPIN menghadapi risiko turun tingkat dari indeks MSCI Global Standard menuju MSCI Small Cap. Faktor pemicunya adalah kapitalisasi pasar yang telah disesuaikan dengan faktor saham publik (FIF-adjusted market cap) merosot di bawah ambang batas minimum menyusul koreksi harga saham CPIN sekitar 22,5% semenjak peninjauan (review) MSCI pada Mei 2026.

"Kalau GOTO berisiko tinggi dihapus sepenuhnya dari indeks MSCI Global Standard. Penyebabnya adalah isu kekeringan likuiditas perdagangan semenjak harga saham tertahan di level batas bawah, di Rp50," kata Harry, belum lama ini.

Meskipun secara rasio formal (ATVR) posisinya masih tergolong aman, imbuh dia, pihak MSCI mempunyai diskresi (replicability) guna mendepak saham yang frekuensi transaksinya dinilai tidak merepresentasikan kondisi pasar normal.

Saat ini, jumlah emiten asal Indonesia yang tercatat sebagai konstituen dalam MSCI Global Standard Index mencapai 11 saham dengan total kapitalisasi pasar menyentuh US$52,97 miliar. Per perdagangan 29 Juli 2026, posisi indeks berada di level 976,09 yang menandakan adanya koreksi sebesar 36,49% secara year to date (YtD).

Lima emiten utama penyumbang bobot terbesar secara berurutan adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan ASII. Sementara itu, GOTO menempati peringkat ke-6 dengan kontribusi bobot indeks sebesar 4,72%. Di sisi lain, MSCI Indonesia Small Cap Index menaungi 43 konstituen dengan kapitalisasi pasar senilai US$18,73 miliar. Terhitung sejak awal tahun hingga 29 Juli 2026, level indeks tersebut telah tergerus 31,57% ke posisi 351,92.

Terkini