JAKARTA - Penyakit radang usus buntu atau apendisitis kembali menyita perhatian publik setelah munculnya pembahasan mengenai kondisi pasien yang mengalami gejalanya.
Banyak masyarakat penasaran terkait rasa sakit serta perubahan yang terjadi pada kondisi fisik seseorang ketika mengalami peradangan pada apendiks tersebut.
Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Profesor Ari Fahrial Syah menjelaskan bahwa pasien usus buntu umumnya mengalami kondisi serangan akut.
Gejala utama radang usus buntu biasanya ditandai oleh timbulnya rasa nyeri tekan yang teramat hebat pada area perut kanan bawah.
"Jadi itu [radang usus buntu] bisa pasien datang dalam keadaan akut. Akut itu biasanya ditandai dengan nyeri tertekan di perut kanan bawah, dan bahkan pada pasien yang khas itu, dia merasakan nyeri yang luar biasa," ujar Ari, Rabu (12/8), mengutip detikhealth.
Pada kondisi tergolong berat, rasa nyeri hebat tersebut dapat membuat penderita merasa sangat kesakitan hingga mengalami kesulitan untuk bergerak.
Rasa nyeri umumnya berawal dari sekitar area pusar sebelum akhirnya berpindah dan menetap di bagian perut sebelah kanan bawah.
Selain nyeri perut, gejala pendukung lainnya mencakup demam, tubuh lemas, perut kembung, mual, muntah, serta gangguan pencernaan seperti konstipasi atau diare.
Apabila tidak segera mendapat penanganan medis, usus buntu berisiko pecah hingga menyebarkan infeksi berbahaya ke seluruh rongga perut pasien.
Kondisi komplikasi akibat apendiks yang pecah juga dapat memicu terbentuknya kantung nanah yang membutuhkan penanganan operasi secara cepat.