Istana Sebut Pengibaran Bendera Prabowo Wujud Bangga Alutsista

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:27:31 WIB
momen aksi terjun payung kibarkan bendera bergambar Presiden Prabowo Subianto saat HUT ke-81 Kemerdekaan RI [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan atas berbagai sorotan publik terhadap penggunaan bendera yang menampilkan potret wajah Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut pandangan Prasetyo, pemanfaatan atribut tersebut mencerminkan wujud kebanggaan masyarakat sekaligus momentum strategis untuk menyaksikan pencapaian pemerintah dalam meningkatkan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.

“Ini substansinya gini. Itu kan bentuk kebanggaan saudara-saudara kami,” kata Prasetyo usai melaksanakan rapat dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Perintah dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (18/8/2026).

Prasetyo lantas mengulas kembali progres penguatan alutsista yang digalakkan pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo. Menurutnya, fondasi penguatan sektor pertahanan tersebut telah diletakkan sejak Prabowo memegang mandat sebagai Menteri Pertahanan.

“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih juga ya karena kan di masa Pak Prabowo inilah, meskipun juga sudah dirintis sejak zaman mantan Menhan tersebut, kami benar-benar memperkuat alutsista kami,” ujarnya.

Ia menilai bahwa eskalasi kekuatan alutsista tersebut semakin terlihat nyata dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI, salah satunya melalui kehadiran armada pesawat tempur Rafale yang telah memperkuat lini pertahanan udara Indonesia.

Berdasarkan keterangan Prasetyo, kemunculan pesawat Rafale dalam atraksi demonstrasi udara tidak sekadar menunjukkan adanya penambahan unit alutsista anyar, melainkan juga membuktikan kepiawaian para penerbang muda Indonesia dalam mengoperasikan jet tempur canggih tersebut.

“Dan kemarin-kemarin kan saudara lihat kami di dalam demo udara itu beberapa pesawat Rafale sudah mulai datang dan tidak sekadar Rafale itu, menerbangkan pesawat tempur Rafale dan itu empat-empatnya adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia,” katanya.

Prasetyo memandang bahwa kompetensi pilot-pilot lokal dalam mengendalikan pesawat Rafale merupakan pencapaian substansial yang layak mendapat sorotan utama.

“Itu lho yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah,” ujarnya.

Di samping pesawat Rafale, Prasetyo turut menyoroti peranan krusial armada angkut berat militer Airbus A400M dalam mendukung efektivitas penanggulangan bencana alam. Menurutnya, keberadaan pesawat A400M memiliki signifikansi tinggi bagi Indonesia yang berada di jalur cincin api (Ring of Fire) dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup masif.

“Termasuk A400 yang kemudian dalam situasi kami, negara kami yang Ring of Fire ini yang sering terjadi bencana yang tidak kami duga, itu juga terbukti manfaatnya,” tutur Prasetyo.

Ia memaparkan bahwa pesawat tersebut telah dioperasikan oleh pemerintah guna mempercepat pengiriman logistik darurat ke berbagai wilayah yang tertimpa musibah, termasuk di kawasan Sumatra dan NTT.

“Dalam waktu yang singkat kami bisa mengirimkan logistik yang sudah kami pakai mulai dari bencana di Sumatra maupun kemarin di NTT,” katanya.

Melalui pencapaian tersebut, Prasetyo menyimpulkan bahwa penguatan alutsista tidak sekadar berorientasi pada aspek pertahanan teritorial negara, melainkan turut memberikan kontribusi nyata dalam menunjang operasi kemanusiaan serta mitigasi bencana.

Terkini