BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen pada RDG Agustus 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 | 01:54:02 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti

JAKARTA - Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada posisi 5,75 persen merujuk hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18–19 Agustus 2026.

Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Pjs. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam pengumuman hasil RDG Agustus 2026 pada Rabu (19/8/2026).

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%," ujar Destry.

Di saat yang sama, bank sentral turut mempertahankan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing pada level 4,75 persen dan 6,50 persen.

Destry menerangkan bahwa penetapan tingkat suku bunga ini sejalan dengan komitmen dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah atas dampak tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.

Langkah moneter ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga inflasi berada dalam rentang target 2,5±1 persen penetapan pemerintah sekaligus mendorong penguatan ekonomi.

"Bank Indonesia memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta meningkatkan likuiditas, dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas," ujar Destry.

Berdasarkan hasil survei BIG Consensus Insights bentukan DataIndonesia.id dari Bisnis Indonesia Group (BIG), seluruh 10 ekonom dan analis memperkirakan BI Rate akan dipertahankan pada kisaran 5,75 persen.

Seluruh responden secara bulat memproyeksikan tidak adanya perubahan (0 bps) atas BI Rate, disertai angka standar deviasi 0,00 yang mencerminkan tingkat keyakinan sangat tinggi dan seragam dari para pakar.

Catatan Bank Indonesia memperlihatkan BI Rate ditahan di angka 5,75 persen sejak RDG Juli 2026, usai sebelumnya BI menaikkan suku bunga acuan secara akumulatif 100 bps dalam rentang Mei–Juni 2026.

Survei BIG Consensus Insights turut menunjukkan deretan faktor utama yang melandasi keputusan BI Rate pada RDG Agustus 2026, seperti stabilitas rupiah (80,00 persen), inflasi domestik (60,00 persen), arus modal asing (40,00 persen), kebijakan suku bunga The Fed (30,00 persen), pertumbuhan ekonomi (20,00 persen), risiko geopolitik (20,00 persen), dan likuiditas perbankan (10,00 persen).

Di samping itu, sebanyak 60,00 persen ekonom serta analis peserta survei menganggap arah kebijakan BI ke depan berada pada posisi netral, sementara 40,00 persen lainnya menilai arah kebijakan masih berpotensi hawkish.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa walaupun BI diprediksi menahan suku bunga pada RDG periode ini, sebagian ekonom memandang peluang pengetatan lanjutan belum sepenuhnya tertutup.

Mengenai estimasi penyesuaian BI Rate mendatang, mayoritas responden (80,00 persen) memperkirakan perubahan suku bunga acuan baru akan terealisasi pada kuartal IV/2026, sedangkan 20,00 persen memprediksi tidak ada perubahan BI Rate hingga penutupan tahun 2026.

Terkini