Genjot Energi Bersih Lautan Luas Pasang PLTS di 8 Pabrik Jawa Sumatra

Rabu, 19 Agustus 2026 | 02:52:02 WIB
Head of Investor, Relations, Corporate Communications & ESG PT Lautan Luas Tbk. Eurike H. Sulendra (kiri) bersama Kepala Divisi Pemberitaan Bisnis Indonesia Setyardi Widodo saat Media Visit ke kantor Redaksi Bisnis Indoensia di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

JAKARTA — PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) membidik kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga menyentuh 1.436,2 kilowatt peak (kWp) lewat pengoperasian panel surya di 8 unit pabrik yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatra.

Head of Investor Relations, Corporate Communications & ESG Manager LTLS Eurike Hadijaya mengungkapkan perseroan berencana memperluas instalasi serta pemanfaatan panel surya pada 8 titik pabrik melalui skema kolaborasi bersama mitra strategis.

"Dengan penambahan panel surya tersebut, LTLS membidik kapasitas terpasang bisa mencapai 1.436 kWp," kata Eurike dalam kunjungan ke kantor Bisnis Indonesia, Rabu (19/8/2026).

Melalui ketersediaan fasilitas penunjang tersebut, LTLS memproyeksikan pasokan tenaga listrik ramah lingkungan sanggup menembus angka kisaran 1.800 megawatt hour (MWh) per tahun. Penerapan energi terbarukan ini ditargetkan mampu memangkas volume emisi hingga 1.455 ton setara karbon dioksida (CO2) setiap tahunnya.

Eurike merinci bahwa dari total 8 lokasi yang diproyeksikan untuk ekspansi PLTS, sebanyak 7 fasilitas pabrik berada di Pulau Jawa dan 1 pabrik beroperasi di Sumatra Selatan.

Sebelumnya, LTLS telah merampungkan pemasangan panel surya pada 2 titik operasional anak usahanya di Gresik, Jawa Timur, yakni PT Dunia Kimia Jaya serta PT Liku Telaga.

Dari 2 area operasional tersebut, perseroan telah menggenerasi daya listrik tenaga surya melampaui 500 kWp dan memangkas pelepasan emisi karbon hingga berkisar 600 ton CO2.

Eurike menegaskan bahwa pengalihan ke PLTS bukan semata-mata komitmen perseroan dalam menekan emisi, melainkan bagian dari langkah taktis guna memitigasi risiko pembengkakan biaya energi fosil.

Langkah akselerasi energi terbarukan ini diusung sejalan dengan agenda LTLS dalam memperkokoh efisiensi operasional sekaligus memperkuat nilai keberlanjutan pada seluruh rantai bisnisnya.

Dilihat dari sisi perolehan finansial, LTLS mencetak lonjakan pendapatan konsolidasi mencapai Rp5,11 triliun pada semester I/2026, atau melesat 21,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp4,22 triliun.

Pertumbuhan omzet penjualan tersebut diimbangi dengan raihan laba yang solid. Perolehan laba operasional tercatat menyentuh Rp348 miliar atau melesat 68,9 persen secara tahunan, sementara nilai EBITDA menembus Rp411 miliar atau naik 47,8 persen.

Selanjutnya, capaian laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk melambung 56,4 persen menjadi Rp124,49 miliar, jika dibandingkan perolehan periode sebelumnya yang sebesar Rp79,60 miliar.

LTLS menjalankan 3 lini bisnis utama yang mencakup ranah distribusi, manufaktur, serta penyediaan jasa pendukung.

Dalam segmen distribusi, perseroan membangun kemitraan dengan lebih dari 100 prinsipal tingkat dunia guna menyalurkan lebih dari 1.000 produk kimia kepada 2.000 pelanggan industri di kawasan Indonesia dan Asia Pasifik.

Pada pilar manufaktur, operasional perseroan disokong oleh 12 unit fasilitas produksi lokal dan 2 fasilitas di China, sedangkan lini jasa mencakup layanan pengujian laboratorium, logistik dan rantai pasok terpadu, solusi pengolahan air, serta teknologi informasi.

Terkini