Ini 5 Fitur iPhone yang Awalnya Dibenci Namun Jadi Disukai Pengguna

Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:00:31 WIB
Fitur Face ID.

JAKARTA - Sepanjang hampir dua dekade perjalanannya, iPhone senantiasa membawa beraneka ragam perubahan rancangan serta ide baru yang mulanya kerap mendapat penolakan pengguna, namun lambat laun terbukti tepat dan justru berubah menjadi standar baru bagi industri.

Langkah ini sejalan dengan pandangan Steve Jobs bahwa pengguna kerap belum menyadari apa yang mereka butuhkan sebelum diperkenalkan pada sesuatu yang baru.

Oleh sebab itu, desas-desus mengenai iPhone lipat serta perombakan desain besar-besaran demi menyambut perayaan ulang tahun ke-20 iPhone pada 2027 berpotensi kembali memicu silang pendapat.

Kendati demikian, seperti yang sudah-sudah, para pengguna pada akhirnya diperkirakan bakal menerima sekaligus menyukai perubahan tersebut.

Berikut deretan fitur iPhone yang mulanya dibenci namun seiring waktu justru digemari pengguna.

Layar lebih besar

Dahulu iPhone sangat identik dengan layar berukuran 3,5 inci, di saat merek ponsel pintar Android mulai mengandalkan panel layar lebih lapang guna menonjolkan keunggulan mereka atas Apple.

Apple sempat mempertahankan konsep layar ringkas tersebut sebelum akhirnya merilis iPhone 5 berlayar 4 inci.

Akan tetapi, usai para rival terus membesarkan ukuran layar dan Apple berulang kali melontarkan kritik terhadap tren itu, mereka akhirnya ikut berbenah lewat iPhone 6 serta iPhone 6 Plus yang dibekali layar 4,7 inci dan 5,5 inci.

Biarpun pada mulanya dinilai kurang nyaman saat digenggam, dimensi layar yang besar lambat laun makin diterima lantaran menawarkan daya tahan baterai lebih awet, area pandang menonton yang lebih luas, serta kenyamanan ekstra saat bermain gim.

Bahkan, dimensi layar terbesar milik iPhone saat ini sudah menyentuh angka 6,9 inci.

Gestur swipe

Apple mulai menanggalkan tombol Home fisik sejak meluncurkan iPhone X, yang memaksa pengguna mempelajari navigasi gestur swipe untuk kembali ke menu utama, mengusap aplikasi yang berjalan, hingga memanggil fitur Siri.

Perubahan sistem interaksi ini mulanya ditolak oleh sebagian pengguna yang merasa kehilangan tombol fisik.

Namun, lama-kelamaan kontrol gestur usap ini bertransformasi menjadi metode interaksi standar pada iPhone.

Menariknya, Apple tetap mempertahankan lini iPhone berfitur Touch ID melalui iPhone SE generasi ketiga, sebelum akhirnya resmi dihentikan dan digantikan oleh hadirnya iPhone 16e pada 2025.

Langkah ini memperlihatkan bahwa biarpun Apple terus memacu inovasi, mereka tetap memberikan tenggat waktu bagi pengguna untuk beradaptasi dengan perubahan besar sewaktu mengoperasikan iPhone.

Face ID

Hadirnya iPhone X turut memopulerkan Face ID, yakni fitur pemindai wajah yang awalnya menuai banyak keluhan karena dinilai tidak lebih praktis ketimbang Touch ID serta memicu keprihatinan terkait aspek keamanan data.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Face ID terbukti amat aman, nyaman dioperasikan dalam kondisi minim cahaya, saat pengguna berbaring, maupun ketika jemari dalam keadaan basah atau kotor.

Keterbatasan sistem ini paling terasa sewaktu masa pandemi akibat wajah terhalang masker, walau Apple kemudian menyodorkan pembaruan yang memungkinkan pengguna membuka kuncian iPhone memanfaatkan bantuan Apple Watch.

Face ID juga sanggup mengenali pemiliknya biarpun penampilan fisik berubah, contohnya saat memakai riasan tebal, serta terus beradaptasi dengan mempelajari struktur wajah pengguna tiap kali proses verifikasi dilakukan.

Notch pada layar dan Dynamic Island

Selama bertahun-tahun, iPhone sangat dikenal lewat pembatas bezel di area atas dan bawah layar yang kemudian bertransformasi menjadi ciri khas utamanya.

Kendati demikian, konstelasi tersebut berubah sewaktu Apple memperkenalkan notch atau poni pada iPhone X di tahun 2017 sebagai wadah bagi jajaran sensor Face ID.

Gaya visual ini sempat dinilai tidak estetis bahkan kerap menjadi bahan sindiran Samsung, biarpun pada akhirnya banyak produsen lain yang turut mengekor konsep serupa.

Apple lantas mengosongkan notch menjadi Dynamic Island pada iPhone 14 Pro, yang di awal perilisannya juga sempat dikritik lantaran dianggap kurang berfaedah.

Namun lambat laun fitur ini diterima baik karena sanggup menampilkan aneka informasi secara interaktif, seperti daftar lagu yang diputar, pemrosesan pengiriman dokumen, hingga pembaruan Instagram Story.

Modul kamera yang menonjol

Sebagian pengguna memang kerap melayangkan kritik terhadap penampakan modul kamera iPhone yang menonjol, yang mulai tampak menyolok sejak iPhone 6 dan terus membesar seiring peningkatan ukuran lensa serta sensornya.

Kini, bentuk fisik tersebut berkembang menjadi kian masif pada iPhone 17 Pro dan iPhone Air.

Kendati awalnya mengundang banyak cibiran, kualitas iPhone paling gres tetap sukses memikat minat banyak pengguna untuk melakukan pembaruan perangkat, utamanya berkat kehadiran tiga kamera 48MP yang mampu memproduksi hasil foto jauh lebih apik dibanding iPhone generasi terdahulu.

Apple pun terus membuka akses fitur-fitur anyar bagi pengguna maupun pengembang aplikasi agar iPhone sanggup menghasilkan jepretan foto maupun rekaman video dengan kualitas yang kian mendekati standar kamera profesional.

Terkini