DAILYENERGI.COM — Tim Safety X merilis hasil investigasi dugaan akun-akun tidak autentik asal China di platformnya melalui laman Global Government Affairs. Jaringan bot ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memproduksi konten propaganda, termasuk komik strip dan gambar yang mengkritik operasional pusat data AI.
Modus Operasi Bot Farm China
Akun-akun tersebut membagikan unggahan yang menyoroti dampak negatif pusat data AI terhadap harga listrik rumah tangga dan beban jaringan listrik di kota-kota sekitar fasilitas tersebut. Konten yang disebarkan juga menampilkan kartun bergaya AI yang menggambarkan operator pusat data sebagai pengusaha tidak bertanggung jawab yang meraup keuntungan besar sementara warga biasa menanggung biayanya.
X tidak merinci identitas akun-akun yang terlibat dalam operasi ini, namun membagikan beberapa contoh unggahan di platformnya. "Kami tetap berkomitmen menjaga platform yang terbuka dan autentik di mana masyarakat dapat berdebat mengenai isu-isu kepentingan publik," tulis tim Safety X. "Kami menanggapi serius setiap upaya yang merusak integritas ruang publik global dan menangguhkan akun yang melanggar kebijakan Autentisitas kami."
Keterlibatan ChatGPT dalam Produksi Konten
Berdasarkan contoh unggahan yang dibagikan X, akun-akun tidak autentik tersebut menggunakan OpenAI untuk menghasilkan ilustrasi dan materi kampanye. Temuan ini sejalan dengan laporan OpenAI pada Juni lalu yang mengungkap akun-akun yang diduga berbasis di China memanfaatkan ChatGPT untuk membuat konten anti-pusat data.
OpenAI saat itu mencatat bahwa meskipun pengguna ChatGPT kemungkinan memakai akun palsu untuk beraktivitas di media sosial, mereka juga mengunggah "berita sah mengenai lelang kapasitas operator jaringan listrik dan permintaan daya pusat data."
Kekhawatiran Nyata di Balik Propaganda
Perlu dicatat, isu kenaikan biaya listrik di kota-kota dekat pusat data berskala besar memang merupakan kekhawatiran yang valid. Data Goldman Sachs menunjukkan harga listrik telah naik 6,9 persen year-over-year per Februari 2026, dan diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan permintaan dari fasilitas AI.
X belum mengungkapkan topik yang dibahas oleh 199.800 akun bot lainnya dalam jaringan tersebut. Namun laporan OpenAI pada Juni juga mengungkap pengguna ChatGPT yang terkait China sempat meminta chatbot menulis hinaan terhadap pembangkang dan komentator politik China, serta kritik terhadap kebijakan tarif dan teknologi AS.
Temuan ini menjadi catatan bagi pengguna media sosial di Indonesia untuk lebih kritis menyikapi konten provokatif, terutama yang menyangkut kebijakan energi dan teknologi global. Operasi bot farm berskala besar seperti ini menunjukkan bagaimana opini publik dapat dimanipulasi secara sistematis melalui produksi konten massal berbantuan AI.