Pertamina Buka UMK Academy 2026, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas hingga Tembus Pasar Ekspor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:42:00 WIB

DAILYENERGI.COM — Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman umkacademy.id/onboarding. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak 2020, dengan fokus pada penguatan tata kelola usaha, peningkatan kualitas produk, adopsi teknologi, hingga perluasan akses pasar.

Empat Kelas Pembinaan dari Digital hingga Ekspor

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan materi pembelajaran, tetapi juga pendampingan langsung. "Peserta didorong memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, berkolaborasi, serta memperluas akses pasar," ujarnya.

Pembinaan terbagi dalam dua tahap: regional dan nasional. Pada tahap regional, peserta mendapatkan materi dasar sesuai sektor usahanya. Setelah lolos, mereka mengikuti pembinaan nasional yang dibagi ke dalam empat kelas utama berdasarkan tingkat kesiapan usaha.

Keempat kelas tersebut adalah Go Modern untuk pengelolaan usaha, Go Digital untuk pemanfaatan teknologi, Go Online untuk optimalisasi kanal daring, dan Go Global yang mempersiapkan UMK memasuki pasar business-to-business (B2B) domestik maupun ekspor. Pada 2026, Pertamina menambah materi Go Green tentang praktik usaha ramah lingkungan dan Go Aggregator untuk membangun kolaborasi antar pelaku UMK.

Lebih dari 2.000 Pelaku Usaha Mendaftar Tahun Lalu

Antusiasme pelaku UMK terhadap program ini cukup tinggi. Pada pelaksanaan 2025, lebih dari 2.000 pelaku UMK mendaftar. Sebanyak 1.430 peserta mengikuti pembinaan tahap regional dan 760 peserta melanjutkan ke tahap nasional. Dari jumlah tersebut, 581 peserta dinyatakan lulus dan naik kelas.

Salah satu alumni yang merasakan manfaatnya adalah Melani Septina Mutya Surya, pemilik usaha kerajinan sepatu NOBF asal Mojokerto. Ia berhasil menjadi juara pertama kelas Go Global UMK Academy 2025.

"Berbagai pembekalan bisnis, pendampingan intensif, serta dukungan alat produksi membantu kami mengoptimalkan pengembangan produk sekaligus semakin memahami peluang dan kondisi pasar untuk pengembangan usaha," kata Melani.

Pendampingan Disesuaikan dengan Kebutuhan Usaha

Baron menambahkan, setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, materi serta pendampingan disesuaikan dengan posisi dan perkembangan usaha masing-masing agar proses pembinaan memberikan hasil yang lebih nyata dan terukur.

Pertamina mengundang pelaku UMK dari berbagai sektor dan wilayah untuk memanfaatkan kesempatan ini. "Kami berharap semakin banyak usaha lokal yang tumbuh tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," tutup Baron.

Program ini menjadi salah satu upaya BUMN energi tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, sejalan dengan peran perusahaan di luar sektor hulu hilir migas.

Terkini