Laba Bersih PTBA Melesat 218% Jadi Rp2,64 Triliun di Semester I

Selasa, 01 September 2026 | 23:45:32 WIB
Truk membawa batu bara di tambang milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA) [FOTO: NET].

JAKARTA - Entitas pertambangan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) membukukan lonjakan kinerja sepanjang semester I/2026. PTBA mengantongi perolehan laba bersih sebesar Rp2,64 triliun pada semester I/2026.

Capaian laba bersih tersebut melesat 218,10% secara tahunan dari torehan sebelumnya senilai Rp833,04 miliar pada semester I/2025. Terkereknya laba bersih ini sejalan dengan peningkatan perolehan pendapatan.

PTBA meraup pertumbuhan pendapatan menjadi Rp22,02 triliun pada semester I/2026, dari posisi sebelumnya senilai Rp20,45 triliun pada semester I/2025.

Perolehan pendapatan ini bersumber dari penjualan batu bara menuju pihak ketiga sebesar Rp12,3 triliun, serta pihak berelasi senilai Rp9,36 triliun. Akumulasi pendapatan dari segmen penjualan batu bara ini menembus Rp21,67 triliun.

Di lain sisi, perolehan pendapatan dari ragam aktivitas lainnya membukukan Rp355 miliar, yang mencakup pendapatan pihak ketiga senilai Rp325,6 miliar, serta pihak berelasi sebesar Rp29,88 miliar.

Manajemen PTBA menjabarkan bahwasanya pendapatan dari aktivitas lainnya tersebut mencakup penjualan tenaga listrik, briket, minyak sawit mentah beserta inti sawit, jasa layanan kesehatan rumah sakit, hingga fasilitas jasa sewa.

Sementara itu, pos beban pokok pendapatan PTBA terkikis 2,33% menjadi Rp17,7 triliun, dari perolehan sebelumnya Rp18,2 triliun. Susutnya beban pokok pendapatan ini memicu laba bruto PTBA terangkat 89,02% menjadi Rp4,24 triliun, dari capaian sebelumnya Rp2,24 triliun.

Hingga penutupan semester I/2026, PTBA membukukan total nilai aset sebesar Rp48,1 triliun, merangkak naik dari posisi akhir 2025 sebesar Rp43,9 triliun.

Akumulasi liabilitas PTBA turut merambat naik menjadi Rp22,76 triliun, dari angka sebelumnya senilai Rp21,3 triliun pada kurun akhir Desember 2025.

Kondisi serupa dialami total ekuitas PTBA yang ikut terkerek menjadi Rp25,3 triliun pada penutupan Juni 2026, dari torehan awal sebesar Rp22,61 triliun pada akhir Desember 2025.

Terkini

Duel Takeshi Ishii vs Wilfredo Mendez Perebutkan Gelar WBA

Selasa, 01 September 2026 | 01:35:32 WIB

US Open 2026: Ben Shelton Bangkit Atasi Tallon Griekspoor

Selasa, 01 September 2026 | 01:27:31 WIB

Tips Merawat Mobil Saat Cuaca Panas agar Tetap Prima

Selasa, 01 September 2026 | 01:19:32 WIB

Daftar Angka yang Perlu Dihindari Berdasarkan Shio

Selasa, 01 September 2026 | 01:09:32 WIB