Bank DBS Indonesia Kuasai 99 Persen DBS Sekuritas Bentuk Konglomerasi

Selasa, 01 September 2026 | 02:51:31 WIB
PT Bank DBS Indonesia.

JAKARTA - PT Bank DBS Indonesia secara resmi membentuk Konglomerasi Keuangan DBS usai menuntaskan pengambilalihan porsi kepemilikan saham PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI).

Lewat transaksi strategis tersebut, Bank DBS Indonesia kini resmi menguasai 99 persen saham perusahaan sekuritas tersebut, sedangkan sisa 1 persen saham DBSVI tetap digenggam oleh DBS Vickers Securities Holdings Pte Ltd.

Aksi pengambilalihan saham ini ditandai lewat penandatanganan Akta Jual Beli saham DBSVI pada Selasa (1/9/2026).

Pihak Bank DBS Indonesia selaku pembeli diwakili oleh Direktur Hukum, Kepatuhan dan Sekretariat Imelda Widjaja bersama Direktur Keuangan Minarti, serta turut dihadiri Pelaksana Tugas Presiden Direktur DBSVI Andreas Oen beserta jajaran direksi kedua entitas.

Berdasarkan struktur kepemilikan yang baru, Bank DBS Indonesia bakal bertindak sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional, sementara DBS Vickers Sekuritas Indonesia memposisikan diri sebagai anggota dari Konglomerasi Keuangan DBS.

Langkah penyertaan modal Bank DBS Indonesia pada DBSVI merupakan bagian dari alur pembentukan PIKK yang merujuk pada regulasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong memaparkan bahwasanya peresmian konglomerasi keuangan ini menjadi bagian dari agenda penguatan struktur organisasi, tata kelola, beserta manajemen risiko yang terintegrasi.

“Terwujudnya Konglomerasi Keuangan DBS merupakan tonggak penting dalam perjalanan Bank DBS di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memperkuat struktur organisasi, tata kelola, serta pengelolaan risiko yang terintegrasi sesuai dengan ketentuan regulator,” ujar Lim.

Menurut pandangannya, penguatan jalinan antara sektor bisnis perbankan dan pasar modal diproyeksikan mampu memperluas daya jangkau grup dalam menyajikan layanan keuangan secara lebih komprehensif bagi para nasabah.

Sinergi terpadu tersebut mencakup lini layanan perbankan, treasury, pasar modal, hingga produk investasi yang terangkum dalam ekosistem Grup DBS di Indonesia.

Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS menempatkan posisi Bank DBS Indonesia dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia dalam kerangka struktur yang kian terintegrasi dari segi tata kelola maupun pengawasan risiko.

Sistem ini sejalan dengan arah panduan pengawasan terpadu terhadap kelompok usaha jasa keuangan yang diregulasi OJK via POJK Nomor 30 Tahun 2024.

Plt Presiden Direktur DBS Vickers Sekuritas Indonesia Andreas Oen mengutarakan bahwa masuknya DBSVI ke dalam lingkup Konglomerasi Keuangan DBS membuka ruang luas bagi penguatan kapabilitas perusahaan di kancah pasar modal.

“Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS menandai babak baru dalam perjalanan DBSVI di Indonesia. Dukungan yang semakin kuat dari Grup DBS memungkinkan kami untuk memperluas kapabilitas, meningkatkan kualitas layanan, serta semakin berperan dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia,” kata Andreas.

Menurut penjelasannya, kolaborasi yang terjalin makin erat dalam ekosistem DBS diharapkan sanggup mendatangkan nilai tambah jangka panjang bagi nasabah maupun segenap pemangku kepentingan.

Manajemen Bank DBS Indonesia menilai bahwa pembentukan konglomerasi ini turut memperkokoh kapasitas grup dalam menyediakan solusi finansial terpadu bagi segmen nasabah korporasi, institusi, maupun perorangan.

Kehadiran entitas perusahaan sekuritas di dalam susunan konglomerasi menjadi bagian dari ikhtiar menjembatani layanan perbankan dengan aktivitas pergerakan pasar modal serta investasi.

Pembentukan Konglomerasi Keuangan DBS ini berhembus di tengah arus dorongan pendalaman pasar keuangan domestik sekaligus penguatan integrasi antarlempeng lembaga jasa keuangan.

Dengan berbekal struktur baru ini, Bank DBS Indonesia diharapkan dapat memperkuat sinergi bisnis sekaligus mengimplementasikan tata kelola dan manajemen risiko secara terpadu antara sektor bisnis perbankan dan sekuritas.

Terkini