Realta Fusion dan MGE Siapkan Pembangkit Fusi 200 MW di Wisconsin

Jumat, 04 September 2026 | 11:52:00 WIB

DAILYENERGI.COM — Lonjakan konsumsi listrik dari pusat data AI membuat perusahaan utilitas di Amerika Serikat gelisah. Mereka kini mulai serius melirik pembangkit listrik fusi nuklir sebagai sumber energi bebas karbon yang bisa beroperasi 24/7. Realta Fusion menjadi contoh terbaru lewat kesepakatan dengan Madison Gas and Electric (MGE).

Kerja Sama Realta Fusion dan MGE

Pekan ini, Realta Fusion mengumumkan perjanjian dengan MGE untuk mengeksplorasi pembangunan pembangkit listrik fusi berkapasitas 200 megawatt—cukup untuk memasok wilayah kota kecil. Pembangkit ini dijadwalkan rampung pada pertengahan 2030-an dan menjadi salah satu pembangkit fusi pertama yang terhubung ke jaringan listrik AS.

MGE juga melakukan investasi ekuitas, meski nilainya tidak dipublikasikan. Realta akan mendapat akses ke lokasi interkoneksi jaringan, bantuan teknis, serta pendanaan untuk proyek tersebut. Startup ini saat ini sedang mengonversi bekas pabrik Oscar Mayer di Madison menjadi fasilitas penelitian dan pengembangan.

Mengapa Fusi Kini Dilirik Utilitas?

Selama puluhan tahun, fusi sering dianggap teknologi yang selalu "baru beberapa tahun lagi". Namun dalam beberapa tahun terakhir, startup fusi membuat kemajuan nyata dalam tantangan sains dan teknik. Momen ini bertepatan dengan kebutuhan listrik raksasa dari pusat data AI yang membebani jaringan listrik.

Fusi menawarkan pasokan beban dasar (baseload) tanpa emisi—berbeda dengan tenaga surya dan angin yang bergantung pada cuaca. Pembangkit fusi dirancang beroperasi terus menerus, sehingga tampak intuitif bagi operator jaringan yang sudah terbiasa mengelola pembangkit konvensional.

Kesepakatan Fusi Lain yang Sudah Diteken

  • Commonwealth Fusion Systems (CFS) & Dominion Energy: membangun reaktor ARC berkapasitas 400 MW di Virginia. Google dan Eni telah sepakat membeli listriknya. Target beroperasi awal 2030-an.
  • Helion & Chelan County Public Utility District: membangun fasilitas Polaris 50 MW di Washington, ditargetkan menyuplai listrik ke Microsoft pada 2028.
  • Type One Energy & Tennessee Valley Authority: berencana membangun pembangkit 350 MW di bekas lokasi PLTU batu bara dekat Oak Ridge, Tennessee, dengan target operasi pertengahan 2030-an.
  • Proxima Fusion & RWE: akan membangun pembangkit Stellaris di lokasi bekas pembangkit nuklir di Jerman bagian selatan. Target operasi akhir 2030-an.

Manfaat bagi Startup dan Utilitas

Bagi startup, perjanjian dengan utilitas memberikan akses ke keahlian teknik, bantuan perizinan, dan lahan yang sulit didapat sendiri. Ini menjadi cara hemat modal untuk meredam risiko di bisnis yang sangat padat investasi.

Sementara bagi utilitas, kesepakatan ini memberi akses awal ke teknologi yang berpotensi membentuk ulang jaringan listrik selama puluhan tahun. Meski masih banyak kerja keras menuju komersialisasi, langkah-langkah ini menunjukkan fusi mulai bergerak dari laboratorium menuju jaringan listrik dunia nyata.

Terkini