DMAS Kantongi Prapenjualan Rp1,15 Triliun di Semester Pertama 2026

Senin, 07 September 2026 | 05:10:32 WIB
PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS).

JAKARTA — PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), emiten milik Sinar Mas Group, membuka peluang untuk merevisi naik target kinerja 2026 seiring tingginya permintaan lahan industri serta ketersediaan pipeline penjualan yang masih melimpah.

Direktur DMAS Tondy Suwanto menyampaikan bahwa performa perseroan hingga semester I/2026 menunjukkan tren positif. Perseroan berhasil membukukan marketing sales senilai Rp1,15 triliun atau menyerap 55 persen dari target tahunan.

Optimisme tersebut ditopang oleh struktur keuangan yang bebas utang serta tingginya potensi permintaan, khususnya dari calon tenant kawasan industri.

"Melihat perkembangan yang ada kemudian juga melihat inquiry di pipeline, kami akan merevisi ke atas target tahun ini. Cuma angkanya masih harus kami bicarakan dan diskusikan secara internal termasuk dengan komisaris,” ujarnya dalam paparan publik, Senin (7/9/2026).

Saat ini DMAS masih mengantongi pipeline seluas 85 hektare yang berpotensi terealisasi seiring derasnya permintaan. Tondy menyebut perseroan tengah mematangkan diskusi dengan beberapa calon pembeli, sehingga peluang revisi naik target kian terbuka lebar jika negosiasi berjalan lancar.

Secara outlook, Tondy memandang prospek jangka menengah perseroan tetap solid. Perseroan berfokus memenuhi segala kebutuhan tenant, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga layanan pendukung operasional, guna menciptakan hubungan jangka panjang.

Di samping itu, perseroan terus mencari peluang penambahan cadangan lahan (land bank) sekaligus menggenjot recurring income untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Kondisi keuangan yang kuat memberikan ruang gerak lebih luas bagi DMAS. Per Juni 2026, kas dan setara kas perseroan tercatat sekitar Rp2,09 triliun tanpa beban pinjaman keuangan. Posisi net cash ini memberi fleksibilitas tinggi dalam membiayai ekspansi infrastruktur maupun akuisisi lahan baru.

Tondy tidak memungkiri bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan utama saat ini karena volume penjualan dalam beberapa tahun terakhir melampaui penambahan lahan baru.

Sebab itu, DMAS aktif berburu peluang penambahan land bank di sekitar kawasan Deltamas agar efisiensi tetap terjaga memanfaatkan infrastruktur listrik, air, fiber optik, hingga pengolahan limbah yang sudah ada.

Sementara untuk pengembangan kawasan industri baru di luar Deltamas, perseroan mempertimbangkan skala lahan minimal 500 hektare agar lebih ideal. Namun, aksi korporasi berupa akuisisi lahan belum akan dieksekusi dalam waktu dekat sembari menunggu penawaran harga yang sesuai.

Berdasarkan laporan paparan publik, pendapatan DMAS per 30 Juni 2026 melesat ke angka Rp1,8 triliun dibanding Rp613 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba bruto melonjak jadi Rp1,28 triliun dari Rp430 miliar, dan laba bersih melesat menjadi Rp1,1 triliun dari Rp433 miliar pada semester I/2025.

Pencapaian tersebut mengerek margin laba bruto menjadi 70,8 persen serta margin laba bersih sebesar 60,7 persen.

Kontribusi terbesar masih didominasi segmen industrial dengan pendapatan Rp1,75 triliun, melesat dari Rp553 miliar pada semester I/2025. Adapun segmen residensial menyumbang Rp19 miliar, komersial Rp18 miliar, hotel Rp8,1 miliar, dan rental sebesar Rp9,5 miliar.

Terkini