Penerbangan di Bandara Husein Bandung Dibuka Lagi Pascaabu Vulkanik

Selasa, 08 September 2026 | 02:49:01 WIB
Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.

JAKARTA - Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung secara resmi kembali membuka penerbangan setelah sempat dihentikan sementara imbas paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengungkapkan seluruh sarana di sisi udara maupun sisi darat bandara dipastikan telah siap sepenuhnya untuk melayani aktivitas penerbangan.

“Status dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara berlaku pada 8 September 2026 mulai pukul 00.42 WIB,” kata Arie dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa.

Arie menjelaskan serangkaian mekanisme pemulihan bandara telah dijalankan secara bertahap, termasuk pembersihan endapan abu vulkanik di seluruh area udara yang mencakup apron, taxiway, serta runway.

Di samping itu, pengelola bandara juga menggelar uji kekesatan (friction test) di sepanjang landasan pacu. Hasil pengujian mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas darat telah memenuhi standar keamanan operasional maskapai.

“Di samping itu juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan,” katanya.

Arie mengingatkan para calon penumpang supaya tetap cermat memantau kepastian jadwal penerbangan mereka lewat media komunikasi resmi masing-masing maskapai sebelum mendatangi lokasi bandara.

Secara terpisah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan sejumlah calon penumpang yang kena dampak penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara sempat mengalihkan moda transportasi mereka ke opsi kereta api, termasuk layanan kereta cepat Whoosh.

“Alhamdulillah semuanya lancar, baik yang menggunakan Whoosh dari Jakarta maupun dari Bandung menuju ke arah timur maupun ke arah barat. Jadi kereta api aman,” kata Farhan.

Farhan menerangkan bahwa area permukaan landasan pacu Bandara Husein Sastranegara sebenarnya telah bebas dari paparan abu vulkanik. Kendati demikian, persebaran abu yang melayang di angkasa sempat menghambat penerbangan untuk dilakukan kala itu.

“Belum dapat dipastikan, tetapi para maskapai sudah memberikan layanan khusus kepada para calon penumpang yang ingin melakukan rescheduling atau melakukan refund dari tiket tersebut,” ujarnya.

Terkini