Cara Redakan Tenggorokan Gatal dan Perih Akibat Abu Vulkanik

Selasa, 08 September 2026 | 04:42:01 WIB
Ilustrasi Iritasi Tenggorokan.

JAKARTA - Paparan abu vulkanik kerap memicu keluhan rasa tidak nyaman pada saluran pernapasan, mulai dari tenggorokan gatal, perih, berdahak, hingga batuk berulang.

Partikel abu yang amat halus dapat terhirup cukup dalam sehingga merangsang peningkatan produksi mukus atau lendir untuk menangkap serta mengeluarkan partikel berbahaya tersebut.

Guna meredakan iritasi saluran pernapasan tersebut, terdapat beberapa langkah penanganan mandiri yang dapat dilakukan di rumah.

Pertama, berkumur menggunakan air garam hangat beberapa kali sehari dapat membantu menarik lendir keluar dari jaringan yang meradang sekaligus meredakan rasa gatal.

Kedua, mengisap permen pelega tenggorokan yang mengandung mentol bermanfaat meningkatkan produksi air liur guna menjaga kelembapan jaringan tenggorokan.

Ketiga, mengonsumsi teh hangat dengan campuran madu efektif menenangkan tenggorokan teriritasi, menekan intensitas batuk, serta menjaga hidrasi tubuh.

Keempat, mencukupi asupan cairan melalui konsumsi makanan berkuah seperti sup agar tubuh tidak dehidrasi dan peradangan tidak makin memburuk.

Kelima, memanfaatkan perangkat humidifier di dalam ruangan untuk menjaga kelembapan udara agar pembengkakan jaringan hidung dan tenggorokan berkurang.

Keenam, melakukan mandi uap air hangat serta menghirup uapnya secara perlahan guna membantu mengurangi rasa nyeri pada saluran pernapasan.

Ketujuh, menjaga posisi kepala tetap tinggi saat beristirahat dengan menggunakan dua bantal agar lendir dapat mengalir lancar dan bernapas menjadi lebih lega.

Meskipun iritasi akibat abu vulkanik umumnya dapat mereda dengan sendirinya, pemeriksaan medis ke dokter tetap diperlukan jika timbul demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri hebat saat menelan.

Terkini