JAKARTA - Dalam situasi gawat darurat di rumah sakit, keselamatan pasien sangat bergantung pada respons medis yang cepat dan terkoordinasi melalui sistem Code Blue.
Code Blue merupakan sistem aktivasi kegawatdaruratan yang menandakan adanya pasien dalam kondisi kritis, seperti henti jantung atau henti napas, yang membutuhkan tindakan medis segera.
Ketika sistem ini diaktifkan, tim medis khusus dan terlatih akan langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan sesuai kondisi pasien.
Dokter Agung Fabian Chandranegara dari Mayapada Hospital menjelaskan bahwa kecepatan respons dan ketepatan tindakan merupakan faktor krusial dalam menyelamatkan nyawa pasien.
"Pada kondisi henti jantung, aliran darah yang membawa oksigen ke otak dan organ vital lainnya terhenti. Tanpa intervensi segera, peluang pasien untuk bertahan hidup dapat menurun secara signifikan," kata Dr. Agung.
Penanganan Code Blue melibatkan dokter, perawat, hingga tenaga anestesi yang dibekali kompetensi Bantuan Hidup Dasar (BLS) dan Bantuan Hidup Kardiovaskular Lanjut (ACLS).
Tindakan penyelamatan mencakup resusitasi jantung paru (RJP), bantuan napas, penggunaan kejut jantung (defibrilator), hingga pemberian obat-obatan lanjutan secara terstruktur.
Dokter Rerdin Julario dari Mayapada Hospital Surabaya menambahkan bahwa setiap tahapan resusitasi harus dilakukan sesuai standar internasional untuk memulihkan sirkulasi darah.
"Code Blue tidak hanya mengandalkan kecepatan respons, tetapi kesiapan sistem secara menyeluruh mulai dari protokol kegawatdaruratan yang jelas, tenaga medis yang kompeten, peralatan resusitasi yang siap digunakan, hingga pelatihan dan simulasi berkala. Dengan begitu, setiap tim medis dapat mengambil keputusan dan memberikan tindakan secara cepat, tepat, sesuai standar internasional," tuturnya.
Atas kesiapsiagaannya, Mayapada Hospital Surabaya berhasil meraih Juara Utama Kompetisi Code Blue dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) tingkat Jawa Timur.
Guna mendukung kesiapan darurat, Mayapada Hospital menyediakan layanan Emergency 24 jam dengan tim dokter spesialis yang bersiaga di seluruh unitnya.