JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali menyelenggarakan BCA Wealth Summit 2026 pada 16 September—17 September 2026 secara offline dan 18 September—2 Oktober 2026 secara online. Ajang ini menjadi tempat edukasi finansial tahunan demi membantu nasabah serta masyarakat dalam merencanakan keuangan masa depan.
Direktur BCA Haryanto T. Budiman menjelaskan bahwa BCA Wealth Summit 2026 merupakan wadah bagi nasabah untuk memahami dinamika pasar keuangan global maupun domestik yang semakin kompleks, perubahan peta investasi, hingga peningkatan risiko kesehatan.
“Melalui BCA Wealth Summit 2026, kami ingin menghadirkan perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana masyarakat dapat membangun ketahanan finansial, melindungi aset, serta menjaga kesehatan sebagai bagian dari strategi finansial jangka panjang,” tuturnya dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Haryanto mengungkapkan bahwa BCA Wealth Summit perdana dilaksanakan pada 2022. Waktu itu, Asset Under Management (AUM) BCA berada di angka Rp139 triliun. Selanjutnya, pada Juni 2026, AUM BCA menembus Rp339 triliun atau tumbuh 16 persen (year on year/YoY).
“Jadi kalau kami lihat dana pihak ketiga juga tumbuh dengan baik, CASA kami juga tumbuh dengan baik, tapi investment juga tumbuh dengan baik. Itu menunjukkan bahwa masyarakat di Indonesia ini semakin paham perlunya untuk melakukan investasi,” jelasnya.
Menurut Haryanto, nasabah perlu memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan global dan dampak situasi geopolitik terhadap pasar investasi. Oleh sebab itu, pada acara ini BCA mengundang pakar investasi untuk memaparkan peluang investasi yang tepat saat ini.
“Jadi Wealth Summit ini memang kami buat secara komprehensif dan satu lagi yang menarik adalah kami juga memberikan pemaparan mengenai alternative investment. Jadi nanti ada topik mengenai komoditas, mengenai emas, bahkan mengenai kripto,” sebutnya.
Pada momen yang sama, EVP Wealth Management BCA Indrawan B. menyampaikan bahwa BCA Wealth Summit 2026 mengangkat tema “Guard Your Future, Lead What’s Next”. Tema tersebut ditentukan dengan memperhatikan kondisi investasi serta dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Usai sebelumnya cenderung mengambil posisi lebih bertahan, kondisi yang dinamis saat ini perlu direspons dengan mengamankan aset maupun investasi yang telah terkumpul.
Sementara itu, konsep Lead What’s Next dipilih sebab di tengah berbagai tantangan, tetap ada peluang yang mesti disiapkan serta dimaksimalkan.
“Jadi kami berusaha untuk melihat dalam kondisi seperti ini, opportunity apa yang bisa kami ambil, opportunity apa yang bisa kami siapkan supaya pada saat nanti situasi menjadi lebih baik, itu kami sudah siap duluan,” sebutnya.
Sebagai informasi, sesi offline BCA Wealth Summit 2026 menyajikan beragam agenda yang mengulas kondisi ekonomi terkini di tengah dinamika pasar, arah tren, hingga perkembangan teknologi. Kegiatan ini turut menghadirkan dua mantan menteri luar negeri, yakni Marty Natalegawa dan Retno Marsudi.
Sementara itu, sesi online BCA Wealth Summit 2026 menyajikan podcast edukasi finansial dengan topik relevan, financial readiness test untuk membantu peserta memahami kondisi keuangannya dalam menghadapi risiko, serta aktivitas Wealth Conquest bagi masyarakat umum.