Hadiri KTT BRICS di India, Prabowo Diskusikan Ekonomi-Keamanan Global

Sabtu, 12 September 2026 | 16:45:32 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto diprakirakan bakal mengemukakan pemikiran pada dua sesi utama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di Delhi, India. Puncak penyelenggaraan KTT diselenggarakan pada hari ini, Sabtu (12/9/2026) dan Minggu (13/9/2026), bertempat di Bharat Mandapam, Kota New Delhi. 

Gelaran KTT BRICS tahun ini diselenggarakan di bawah kepemimpinan keketuaan India, yang mengusung tema 'Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability'.

"Presiden Prabowo diagendakan akan menyampaikan pandangan Pemerintah RI pada 2 sesi utama KTT BRICS yakni sesi yang dikhususkan bagi Negara Anggota BRICS dan sesi kedua yang terbuka bagi Negara Anggota dan Mitra BRICS," bunyi keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Sabtu (12/9/2026).

Satu di antara dua sesi KTT bakal mencakup forum perjumpaan khusus negara anggota BRICS (member countries) yang sifatnya tertutup, dengan membawa topik bahasan 'Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism'.

Adapun satu sesi sisanya berkarakter lebih inklusif, lantaran turut menghadirkan jajaran negara-negara mitra (partner countries) dan diselenggarakan secara terbuka (open session). Isu topiknya berkaitan erat dengan 'Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth'.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ikut mendampingi Presiden Prabowo dalam perhelatan KTT BRICS 2026. Di dalam arena forum tersebut, para pemimpin negara anggota beserta mitra BRICS mendorong ikhtiar merawat inklusivitas tata kelola global dan memperkokoh pilar multilateralisme.

Sejumlah substansi krusial bakal dibahas dalam Keketuaan BRICS India 2026, mulai dari ranah pengembangan kerangka institusional BRICS, sektor perekonomian dan perdagangan, keuangan internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, sampai ke persoalan perubahan iklim dan lingkungan.

Gagasan terkait reformasi lembaga multilateral layaknya WTO, IMF, dan World Bank, kerja sama keuangan, mekanisme implementasi Local Currency Settlement (LCS), dorongan rantai pasok global yang tangguh, serta penegasan pentingnya tata sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, transparan dan berbasis aturan menjadi sajian bahasan di ranah perekonomian.

Guna diketahui bersama, BRICS merupakan forum kerja sama internasional yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Pada 2024, jangkauan keanggotaan diperluas dengan masuknya Mesir, Ethiopia, Iran dan Persatuan Arab Emirat. Indonesia sendiri secara resmi bergabung pada 1 Januari 2025.

Dalam proses dinamika perkembangannya, BRICS membentuk kelompok negara-negara mitra yang terdiri atas Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan dan Vietnam.

BRICS hingga saat ini telah mencakup perwakilan 49,5% dari populasi dunia, menyumbang 40% GDP global, serta menguasai 26% nilai perdagangan dunia.

Presiden Prabowo tiba di Delhi pada Jumat (11/9/2026) malam. Selain wakil Indonesia, jajaran pemimpin negara yang dijadwalkan hadir di New Delhi pada perhelatan KTT BRICS kali ini antara lain Presiden Xi Jinping (Cina), Presiden Vladimir Putin (Rusia), Presiden Cyril Ramaphosa (Afrika Selatan), Presiden Masoud Pezeshkian (Iran), Presiden Abdel Fattah El-Sisi (Mesir), Perdana Menteri Anwar Ibrahim (Malaysia), Perdana Menteri Abiy Ahmed Ali (Ethiopia), Crown Prince of Abu Dhabi Sheikh Khaled/ Mohamed bin Zayed Al Nahyan (UAE), President Kassym-Jomart Tokayev (Kazakhstan), Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. (Filipina), serta Presiden Evariste Ndayishimiye (Burundi).

Deretan menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden Prabowo dalam KTT ke-18 BRICS 2026 di India di samping Menko Perekonomian, yakni Menteri Luar Negeri, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Dikti Saintek, Wakil Menteri Keuangan, beserta Sekretaris Kabinet.

Gubernur Bank Indonesia (BI) ikut hadir mendampingi sekaligus perwakilan dari dunia usaha yakni Ketua Umum Kadin Indonesia beserta jajarannya.

Terkini