JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah mendarat di New Delhi, India, Jumat (11/9/2026), guna mengikuti gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS.
Mengutip siaran langsung Kementerian Luar Negeri India, Presiden Prabowo tiba pada Jumat malam di ibu kota India tersebut dengan mengenakan pakaian serba berwarna cokelat dan kopiah hitam.
Prabowo disambut oleh Menteri Negara Batu Bara dan Pertambangan India Satish Chandra Dubey. Momen ini menjadi keikutsertaan Prabowo untuk kedua kalinya dalam perhelatan KTT BRICS.
"Kami menantikan untuk memajukan visi bersama untuk kerja sama, pembangunan dan kesejahteraan yang lebih besar," dikutip dari akun Instagram Kementerian Luar Negeri India @meaindia, Jumat (11/9/2026).
Sebelumnya, sewaktu berada di bawah keketuaan Brasil, Prabowo turut hadir langsung dalam KTT ke-17 BRICS yang digelar di Rio de Janeiro. Ia juga sempat menyambut kedatangan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Jakarta belum lama ini.
Di samping Prabowo, terdapat beberapa kepala negara maupun kepala pemerintahan yang telah mendarat lebih awal di Delhi. Beberapa di antaranya mencakup PM Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, serta Pangeran Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Selanjutnya hadir pula Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira, hingga Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Putin bahkan telah mengikuti BRICS Business Forum mendampingi PM Modi, Presiden Ramaphosa, serta Presiden Pezeshkian pada Jumat (11/9/2026) siang.
Di dalam acara tersebut, utusan Indonesia turut memaparkan sambutan, yaitu Ketua Konsil Bisnis BRICS (Chair of BRICS Business Council) Indonesia, Anindya Bakrie.
Mengacu pada sesi forum terkait perdagangan barang dan jasa di sela-sela KTT BRICS, Anindya menyebut agenda pembahasan forum mencakup peluang bagi dunia usaha di Indonesia untuk menjajaki mitra sekaligus memperoleh akses pasar.
Pria yang juga memegang posisi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini menggarisbawahi arah prioritas Prabowo dalam hal hilirisasi sumber daya alam (SDA) serta penguatan sumber daya manusia, pada konteks kerja sama perdagangan barang dan jasa antarnagera anggota BRICS.
Menurut pandangannya, terdapat tiga poin prioritas yang sanggup dipetik dari panel forum perdagangan antarnegara BRICS. Pertama, menjamin kemudahan aktivitas bisnis antarnegara.
Kedua, mengoneksikan dan memperkokoh skema sistem pembayaran antarnegara BRICS. Ketiga, berinvestasi pada aspek manusia dan infrastruktur yang sanggup menyajikan layanan jasa.
"UMKM di Surabaya, São Paulo, Durban, Alexandria, harus bisa mendapatkan pelanggan, menyampaikan layanannya, serta mendapatkan bayaran antarnegara BRICS. Ini adalah ujian yang berarti untuk integrasi BRICS," tuturnya, dikutip dari siaran langsung Kementerian Luar Negeri India.
Sebagai wawasan informasi, BRICS dihuni oleh deretan negara emerging economies, yaitu Brasil, China, Mesir, Etiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab (UAE). Indonesia resmi mengukuhkan diri sebagai anggota BRICS pada Januari 2025, usai Prabowo menjabat presiden pada Oktober 2024.
Terdapat pula jajaran negara yang berstatus sebagai mitra BRICS, yakni Malaysia, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, serta Vietnam.