Cegah 3 Dosa Pendidikan, Mensos Instruksikan Penguatan SOP Sekolah

Sabtu, 12 September 2026 | 17:02:01 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengimbau seluruh kepala Sekolah Rakyat guna memperkokoh standar operasional prosedur (SOP), termasuk memahami secara mendalam sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekolahnya, mulai dari peserta didik, pengajar, wali asuh dan wali asrama, sampai petugas keamanan.

Gus Ipul mengutarakan poin tersebut dalam agenda rapat bersama jajaran kepala Sekolah Rakyat serta kepala sentra secara daring, pada Jumat (11/9/2026).

Penguatan SOP ditempuh supaya proses kegiatan belajar mengajar sanggup berlangsung optimal, sekaligus terhindar dari potensi timbulnya tiga dosa besar dunia pendidikan, yakni aksi perundungan, kekerasan seksual, beserta bentuk intoleransi.

"Perkuat SOP, perkuat proses bisnis bapak-ibu sekalian, kenali dengan baik sumber daya manusia yang ada di sana, kenali juga dengan baik kondisi siswa kami yang ada di sana," ujar Gus Ipul, Sabtu (12/9/2026).

Di samping itu, ia turut menginstruksikan kepala sekolah untuk mengaplikasikan kontrak kerja, seperti pakta integritas, terhadap seluruh jajaran tenaga kependidikan. Langkah tersebut ditujukan demi menyelaraskan pemahaman seluruh elemen sekolah seputar dinamika belajar-mengajar di Sekolah Rakyat sekaligus memitigasi potensi risiko yang tak diharapkan.

"Jadi kepala sekolah one-on-one bisa bikin kontrak kerja dengan mereka (tenaga kependidikan). Kemudian sosialisasikan, laksanakan dengan benar, seluruh penyelenggara Sekolah Rakyat tahu dan paham SOP-nya," jelasnya.

Gus Ipul turut memberi arahan jajaran kepala sentra untuk berpartisipasi aktif menopang kinerja kepala sekolah. Manakala terdapat siswa yang memerlukan penanganan rehabilitasi, Gus Ipul mengimbuhi, murid tersebut sanggup dititipkan pada fasilitas sentra terdekat sebelum kembali melanjutkan aktivitas pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Ia juga mewanti-wanti agar pihak pengelola sekolah senantiasa menjalin koordinasi bersama kepala sentra.

Untuk dipahami, para siswa yang menimba ilmu di Sekolah Rakyat bertolak dari latar belakang kondisi keluarga rentan yang bervariasi. Atas dasar hal tersebut, jajaran pihak sekolah dituntut menyajikan perhatian serta penanganan yang ekstra.

"Jadi, kenapa kepala sentra saya libatkan di sini? Tolong setiap ada kasus, segera bantu kepala sentra, kemudian proses rehabilitasinya dimulai di sentra-sentra bapak-ibu sekalian. Jangan dibiarkan kalau ada kasus-kasus," tegas dia.

Gus Ipul kembali mengingatkan bahwasanya posisi kepala sekolah memegang pilar sebagai pemimpin tertinggi sekaligus panutan moral yang menuntun arah proses pembelajaran di sekolah. Maka dari itu, ia kembali menggarisbawahi pentingnya peran kepala sekolah dalam memutus rantai tiga dosa pendidikan.

"Jadi, kami mohon maaf sekali, kami tidak menolerir adanya tindakan yang mengarah kepada tiga hal itu (perundungan, kekerasan fisik/seksual, dan intoleransi)," imbuhnya.

Terkini