JAKARTA — Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) IFG Life berhasil membukukan total portofolio jumlah investasi senilai Rp305,42 miliar sepanjang kurun waktu tahun 2025.
Merujuk pada catatan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui Harian Bisnis Indonesia edisi hari Jumat (24/7/2026), angka investasi tersebut tercatat mengalami lonjakan pertumbuhan yang sangat masif sebesar 352,7% secara tahunan (year on year/YoY) apabila dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp67,46 miliar.
Berdasarkan rincian laporan aset neto, alokasi penempatan dana terbesar mendominasi pada instrumen deposito berjangka yang mencapai angka Rp169,70 miliar, atau menorehkan kenaikan drastis sebesar 529,6% YoY dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp26,95 miliar.
Posisi instrumen penempatan terbesar berikutnya disusul oleh kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp114 miliar, kemudian instrumen saham sebesar Rp17,34 miliar, serta penempatan pada deposito on call sebesar Rp4,58 miliar.
Adapun dari sisi pos pencatatan keuangan lainnya, DPLK IFG Life mencatatkan total jumlah aset lancar di luar komponen investasi pada tahun 2025 yang menembus angka Rp5,42 miliar, atau mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 867,8% YoY. Dengan demikian, total keseluruhan jumlah aset yang tersedia tercatat sebesar Rp310,85 miliar.
Sementara itu, untuk pos kewajiban, jumlah liabilitas di luar komponen liabilitas manfaat pensiun terpantau berada di angka Rp7,35 miliar. Melalui kalkulasi tersebut, posisi total aset neto per akhir tahun 2025 berhasil dibukukan sebesar Rp303,49 miliar, atau melesat naik sebesar 346,9% YoY.
Beralih pada sektor perhitungan komponen hasil usaha perusahaan, DPLK IFG Life sukses mengantongi perolehan jumlah pendapatan investasi sebesar Rp11,06 miliar, yang sekaligus merefleksikan lonjakan fantastis sebesar 1248,7% YoY jika dikomparasikan dengan perolehan tahun lalu yang senilai Rp828 juta.
Jika dibedah secara lebih mendetail, pos pendapatan dari hasil bunga mengalami peningkatan tajam hingga mencapai angka Rp10,07 miliar dari posisi semula yang sebesar Rp534 juta. Di samping itu, instrumen pendapatan dari sektor dividen turut menyumbangkan pemasokan sebesar Rp836 juta sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, untuk pos beban operasional, total jumlah beban investasi yang ditanggung oleh DPLK IFG Life mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp154 juta dari catatan sebelumnya yang berada di kisaran Rp40 juta. Dengan memperhitungkan komponen tersebut, perolehan hasil usaha murni dari aktivitas investasi tercatat mencapai Rp10,90 miliar.
Beranjak dari kalkulasi tersebut, perolehan nilai hasil usaha bersih setelah dipotong pajak yang dimiliki oleh DPLK IFG Life kembali mencatatkan pertumbuhan mengesankan sebesar 1288,5% YoY, sehingga sukses menempatkan posisi nominal di angka Rp9,72 miliar pada penutupan tahun 2025.