Laba Bersih Prodia Naik 11,34 Persen pada Semester I 2026

Laba Bersih Prodia Naik 11,34 Persen pada Semester I 2026
PT Prodia Widyahusada Tbk.

JAKARTA — PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) mencatatkan kinerja keuangan yang terbilang solid sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Dalam periode tersebut, laba bersih yang berhasil dihimpun oleh perseroan tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 11,34 persen secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, PRDA sukses mengantongi pendapatan sebesar Rp1,11 triliun selama 6 bulan pertama 2026. Capaian angka ini mencerminkan adanya kenaikan 8,50 persen secara tahunan dari Rp1,02 triliun pada periode yang sama 2025.

Pertumbuhan kinerja pada lini atas ini berjalan beriringan dengan melonjaknya omzet Prodia di hampir seluruh lini wilayah. Di area Sumatra misalnya, perseroan mampu mengamankan pendapatan Rp132,82 miliar atau tumbuh 15,90 persen.

Sementara itu, wilayah Jakarta Raya dan Jawa Barat menyumbangkan kontribusi pendapatan terbesar hingga menyentuh Rp505,14 miliar.

Tren positif serupa turut merambah wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara yang membukukan nilai penjualan Rp297,26 miliar atau naik 7,13 persen dari sebelumnya Rp277,45 miliar. Adapun kawasan Kalimantan dan sekitarnya menyumbang Rp179,45 miliar atau tumbuh 14,37 persen.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan PRDA turut membengkak 7,12 persen secara tahunan menjadi Rp486,37 miliar hingga Juni 2026.

Kendati demikian, setelah dikurangi berbagai beban operasional beserta kewajiban pajak, PRDA berhasil mengamankan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp77,54 miliar, naik dari posisi Rp69,64 miliar pada periode 6 bulan 2025.

Finance & Sustainability Director Prodia, Marina Eka Amalia memaparkan bahwa usai mencetak kinerja positif pada paruh pertama 2026, perseroan siap memperkuat bauran produk, menjaga efisiensi operasional, serta mengoptimalkan produktivitas aset guna mempertahankan laju profitabilitas.

Marina mengklaim bahwa tiap keputusan investasi maupun alokasi modal mendatang bakal dieksekusi secara selektif. Penilaian didasarkan pada nilai strategis, potensi pertumbuhan, hingga kontribusinya terhadap arus kas dan penciptaan nilai jangka panjang.

“Dengan struktur permodalan yang sehat, likuiditas yang terjaga, dan arus kas operasi yang positif, perseroan memiliki fleksibilitas keuangan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga ketahanan keuangan di tengah dinamika industri. Kami optimistis pendekatan tersebut akan memperkuat profitabilitas, meningkatkan kualitas imbal hasil bagi pemegang saham, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya dalam keterangan resmi.

Dari posisi neraca keuangan, Prodia mencatatkan total aset Rp2,64 triliun per Juni 2026, sedikit menyusut dari Rp2,69 triliun pada Desember 2025. Total liabilitas perseroan juga melandai ke angka Rp301 miliar dari Rp302,47 miliar, sedangkan ekuitas turun menjadi Rp2,34 triliun per Juni 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index