Laba Bersih DMAS Melesat 175 Persen Ditopang Penjualan Data Center

Laba Bersih DMAS Melesat 175 Persen Ditopang Penjualan Data Center
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).

JAKARTA - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), emiten properti milik grup Sinarmas, mencatatkan lonjakan kinerja signifikan pada semester I 2026 yang ditopang oleh tingginya penjualan lahan industri, khususnya dari sektor pusat data (data center).

Pengembang kawasan Kota Deltamas ini membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,80 triliun hingga akhir Juni 2026, melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp613,36 miliar.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto menyampaikan bahwa kenaikan performa keuangan tersebut disumbang oleh segmen kawasan industri yang menjadi penopang utama pendapatan.

"Dibandingkan dengan pendapatan usaha di semester pertama tahun 2025 sebesar Rp613,36 miliar, pendapatan usaha tahun ini naik hampir tiga kali lipat," ujarnya dalam keterangannya dikutip, Kamis (6/8/2026).

Dari total capaian tersebut, sektor industri menyumbang Rp1,75 triliun atau sekitar 97 persen, disusul segmen hunian sebesar Rp19,32 miliar, komersial Rp18,16 miliar, sewa Rp9,47 miliar, dan hotel Rp8,07 miliar.

Tondy menambahkan, dominasi sektor industri tidak lepas dari derasnya permintaan lahan dari korporasi pusat data yang menjadi penggerak utama bisnis perseroan.

"Sektor data center masih jadi pelanggan utama yang berkontribusi terhadap penjualan lahan industri kami yang dicatatkan sebagai pendapatan Perseroan di paruh pertama tahun 2026," katanya.

Lonjakan pendapatan tersebut turut mendorong laba kotor DMAS naik 197,22 persen menjadi Rp1,28 triliun, dengan margin laba kotor yang terjaga tinggi pada posisi 70,81 persen.

Sejalan dengan itu, laba bersih DMAS melesat 175,34 persen menjadi Rp1,19 triliun dari posisi Rp433,02 miliar pada semester I 2025, dengan margin laba bersih mencapai 66,11 persen.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 tumbuh 23,43 persen menjadi Rp8,79 triliun, yang dipicu oleh lonjakan kas dan setara kas hingga 453,06 persen menjadi Rp2,09 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat Rp1,78 triliun dan ekuitas naik 6,02 persen menjadi Rp7,01 triliun, tanpa menyisakan beban utang pinjaman.

Manajemen menegaskan posisi kas yang solid akan dimanfaatkan untuk melanjutkan ekspansi Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern yang mengintegrasikan industri, komersial, serta hunian di timur Jakarta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index