Imbas Konsolidasi Operator Prospek MTEL TOWR dan TBIG Makin Positif

Imbas Konsolidasi Operator Prospek MTEL TOWR dan TBIG Makin Positif
Ilustrasi Tower PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk.

JAKARTA - Performa lini bisnis emiten menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) diproyeksikan memiliki ruang ekspansi yang luas hingga akhir 2026.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengutarakan bahwa perluasan jangkauan jaringan serta penerapan frekuensi 700 MHz menjadi salah satu pendorong positif bagi pertumbuhan emiten menara.

“Peningkatan kinerja MTEL, TBIG, dan TOWR pada semester I/2026 terutama didorong oleh masih tingginya pertumbuhan trafik data yang mendorong operator seluler menambah kapasitas jaringan,” kata Sukarno.

Sukarno menambahkan, kenaikan rasio sewa (tenancy ratio) turut menjadi tumpuan utama kinerja. Pertumbuhan tenancy ratio ini terbukti efektif meningkatkan pendapatan dan EBITDA dengan beban biaya tambahan yang minimal.

Di samping bisnis menara utama, diversifikasi infrastruktur digital seperti jaringan fiber optic, distributed antenna system (DAS), small cell, hingga layanan pendukung ekosistem digital kini mulai menjadi pundi-pundi pendapatan baru.

Penggabungan usaha operator telekomunikasi menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) juga dinilai bakal memberi imbas positif. Entitas yang lebih besar dengan fondasi modal kuat akan terdorong meningkatkan kapasitas investasi infrastrukturnya.

Sukarno memproyeksikan aksi konsolidasi ini berpotensi memicu lonjakan permintaan untuk kolokasi serta pembaruan teknologi Base Transceiver Station (BTS) di lapangan.

Untuk periode paruh kedua 2026, Sukarno menilai MTEL memiliki daya tarik paling menonjol apabila dibandingkan dengan TBIG maupun TOWR.

“MTEL memiliki posisi strategis sebagai mitra utama Telkomsel yang berpotensi menjadi penerima manfaat terbesar dari ekspansi jaringan dan implementasi spektrum 700 MHz,” ujarnya.

Sementara itu, TOWR membuntut di urutan berikutnya berkat kekuatan diversifikasi jaringan fiber optic. Di sisi lain, TBIG dinilai tetap solid dengan perolehan margin EBITDA tertinggi, walau ruang pertumbuhannya cenderung moderat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index