Pengawasan MBG Diperketat, BGN Pantau 27.489 SPPG dan Sekolah

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:15:31 WIB
Karyawan menyiapkan makan bergizi gratis [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan sistem monitoring produksi di 27.489 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sistem tersebut digunakan untuk memantau proses pengolahan makanan sejak bahan disiapkan hingga makanan diterima dan disajikan kepada siswa di sekolah.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan keamanan makanan menjadi syarat utama sebelum MBG dapat menjalankan fungsi lain, termasuk sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter peserta didik.

"Pendidikan terhadap siswa dan lain-lain ini akan terlaksana manakala syarat pertamanya adalah menu makanan yang dibagikan kepada siswa itu harus aman. Maksud saya begini, semua ini tidak akan ada artinya manakala yang diberikan, menunya yang diberikan dalam ompreng itu kemudian tidak aman," kata Sudaryono dalam rapat koordinasi terkait tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Sudaryono, BGN telah membenahi sistem pengawasan pada seluruh SPPG yang saat ini beroperasi. Sistem monitoring produksi mencatat sejumlah tahapan penting dalam proses penyediaan makanan, mulai dari persiapan bahan baku, memasak, makanan matang, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah.

Dengan pencatatan tersebut, BGN dapat memantau waktu produksi makanan, waktu makanan selesai dimasak, hingga waktu makanan dikirim dan disajikan kepada peserta didik.

Pengawasan tidak berhenti di tingkat dapur. BGN juga menempatkan petugas penanggung jawab atau person in charge (PIC) di setiap sekolah untuk menjadi salah satu lapisan pemeriksaan sebelum makanan dikonsumsi siswa.

PIC berasal dari tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha. Posisi tersebut tidak dibebankan kepada guru yang memiliki tugas mengajar.

Setelah menerima makanan dari SPPG, PIC bertugas memeriksa kondisi makanan sekaligus memastikan makanan memenuhi persyaratan sebelum dibagikan. Pemeriksaan dilakukan secara organoleptik dengan melihat tampilan makanan, mencium aromanya, serta mencicipi sampel. Apabila ditemukan kondisi yang tidak sesuai standar, makanan tersebut wajib dihentikan dari proses pembagian kepada siswa.

"Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian cium bau, dirasa, dilihat. Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa. Jadi PIC itu adalah layer terakhir kedua, yang memastikan bahwa menu makanan itu aman dan tidaknya," ujar Sudaryono.

Skema tersebut membuat pengawasan MBG berjalan dari dua sisi, yakni melalui pemantauan proses produksi di SPPG dan pemeriksaan akhir di sekolah. BGN menempatkan pemeriksaan di sekolah sebagai titik penting sebelum makanan diterima dan dikonsumsi peserta didik.

Dengan sistem monitoring produksi dan pemeriksaan di sekolah, BGN menargetkan seluruh tahapan penyediaan makanan MBG dapat tercatat dan diawasi secara lebih ketat, terutama terkait keamanan makanan sebelum sampai ke siswa.

Terkini