JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengonfirmasi bakal mempersiapkan langkah penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) bagi beberapa entitas BUMN dalam rentang 6-12 bulan ke depan.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa tahapan persiapan aksi korporasi IPO BUMN tersebut akan dieksekusi melalui PT Danantara Asset Management (DAM).
“Itu prosesnya ada di dalam DAM, insyaAllah kami bisa fokus 6-12 bulan ke depan. Itu ada proses juga nanti dalam Bursa ya, niatnya juga untuk menambah likuiditas juga ke pasar modal Indonesia,” ujar Pandu ditemui seusai Peluncuran ETF Emas di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin.
Kendati demikian, Pandu mengutarakan bahwa pihaknya belum dapat membeberkan kepastian tenggat jadwal IPO bagi perusahaan BUMN yang bakal melantai di bursa dalam rentang terdekat.
Ia menyampaikan bahwa perincian kabar seputar rencana penawaran saham tersebut nantinya akan dipaparkan secara mendalam oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria.
“Itu nanti tunggu aja dari DAM, nanti juga dari sisi pak Dony bisa komunikasi langsung,” ujar Pandu.
Sebelumnya, COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, sempat mengutarakan bahwa ada banyak perusahaan BUMN yang dinilai sangat prospektif untuk didorong menggelar IPO di papan BEI.
Ia menilai, perusahaan maupun induk holding BUMN sekelas PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), sampai PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengantongi potensi raksasa jikalau diboyong untuk melepaskan sahamnya ke bursa efek nasional.
"Banyak perusahaan-perusahaan kami (BUMN) yang bagus, masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kami IPO-kan,” ujar Dony.
Dony merincikan, agenda IPO deretan perusahaan pelat merah tersebut telah terangkum rapi dalam peta jalan (roadmap) transformasi BUMN untuk kurun waktu lima tahun mendatang.
“Jadi mana akan kami strategic partnership, mana akan kami IPO, mana kami tetap tertutup, nanti kami diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara ya. Kemudian yang terakhir nanti baru kami menjadikan itu potential target yang lebih tinggi lagi,” ujar Dony.