JAKARTA - PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB) makin memperkokoh langkah mitigasi serta upaya pencegahan risiko kebakaran di sepanjang koridor Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter).
"Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan patroli lapangan, pemantauan 24 jam melalui CCTV, sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan, hingga koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan," kata Direktur PT BTB Charles Giroth, dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, giat patroli dilaksanakan secara berkala oleh jajaran petugas operasional dengan menyisir kawasan ruang milik jalan (Rumija), area median jalan, hingga titik-titik yang dinilai rawan memicu api akibat pengaruh cuaca maupun aktivitas warga.
Di samping penyisiran lapangan, pihaknya turut memaksimalkan peran tim sentra komunikasi (Senkom) yang bersiaga memantau dinamika ruas tol secara penuh selama 24 jam memanfaatkan CCTV.
Skema pemantauan ini menjadi bagian dari mekanisme deteksi dini untuk mengenali aneka potensi gangguan, termasuk kemunculan indikasi kebakaran lahan di area sekitar tol.
"Dengan dukungan pemantauan CCTV dan patroli lapangan, setiap indikasi gangguan yang ditemukan dapat segera diteruskan kepada petugas terkait untuk dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan. Koordinasi antara Tim Senkom dan petugas operasional juga terus dilakukan untuk memastikan respons dapat diberikan secara cepat dan tepat," jelasnya.
Guna melengkapi skema mitigasi, personel PT BTB juga menggelar edukasi langsung kepada warga pemukiman sekitar agar tidak membakar lahan atau melakukan tindakan lain yang memicu api.
Langkah sosialisasi ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi rambatan api dari lahan warga ke area Rumija yang dapat mengancam keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan.
Tidak hanya mengedukasi warga sekitar, PT BTB melayangkan imbauan melalui pengeras suara di seluruh gerbang tol dan rest area, serta memanfaatkan papan Variable Message Sign (VMS).
Para pengendara diingatkan agar tidak membuang puntung rokok atau benda yang memicu api secara sembarangan selama melintasi ruas Tol Bakter.
Charles Giroth menyampaikan, strategi pencegahan dieksekusi secara komprehensif dengan memadukan kesiapan personel, sokongan teknologi, hingga peningkatan kepedulian publik.
"Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama kami. Karena itu, mitigasi kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan melalui CCTV selama 24 jam, patroli lapangan, hingga sosialisasi kepada masyarakat di sekitar jalan tol. Kami juga terus mengingatkan pengguna jalan melalui pengeras suara di setiap gerbang tol dan rest area dan juga layar VMS di sepanjang ruas jalan tol agar tidak membuang puntung rokok maupun sumber api lainnya sembarangan," ujar dia.
Charles menggarisbawahi bahwa penanganan dan pencegahan kebakaran memerlukan partisipasi aktif semua pihak.
Oleh sebab itu, PT BTB terus mengintensifkan koordinasi bersama jajaran kepolisian, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta instansi terkait guna mengantisipasi kondisi darurat.
"Pencegahan membutuhkan peran bersama. Kami mengajak masyarakat dan seluruh pengguna jalan untuk turut menjaga lingkungan di sekitar ruas tol. Jika menemukan indikasi kebakaran atau potensi gangguan lainnya, segera informasikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin," katanya.
Pihak PT BTB turut memastikan kesiapsiagaan seluruh personel operasional beserta perlengkapan penanganan kondisi darurat dalam status siap siagakan.
Langkah ini disiapkan sebagai bentuk tindakan cepat apabila sewaktu-waktu membutuhkan penanganan langsung di lapangan.
"Melalui penguatan patroli, pemantauan CCTV selama 24 jam, sosialisasi kepada masyarakat, serta edukasi kepada pengguna jalan, PT BTB terus meningkatkan upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi kebakaran di sepanjang ruas Tol Bakter," tambah Charles.