Didorong Isu Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Melonjak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45:31 WIB
Lokasi pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) [FOTO: NET].

JAKARTA - Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik Low Tuck Kwong melonjak tajam pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Lantas, apakah pergerakan ini dipicu oleh rumor akuisisi oleh Haji Isam?

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa lompatan harga saham BYAN dipicu oleh isu akuisisi oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang menjadi katalis utama, disertai spekulasi pengambilalihan sekitar 62% saham BYAN oleh pihak yang terafiliasi dengan Jhonlin.

“Spekulasi aksi korporasi semakin kuat setelah JARR, perusahaan milik Haji Isam, menjadwalkan RUPSLB 21 September 2026, meski agenda resminya belum diumumkan,” tulis BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (18/8/2026).

BRI Danareksa Sekuritas menuturkan momentum teknikal turut menguat, di mana BYAN mengalami breakout dari pola reversal dan MA200 yang dibarengi lonjakan volume, mengindikasikan tingginya buying interest.

Meski begitu, BRI Danareksa Sekuritas mengimbau investor untuk mewaspadai harga BYAN yang telah melesat sekitar 42% dalam sepekan dan berada pada area resistance Rp16.450–Rp17.670.

“Selama saham BYAN bertahan di atas Rp16.450, momentum bullish masih terbuka menuju Rp17.670–Rp18.565,” kata BRI Danareksa Sekuritas.

Adapun hingga pukul 11.00 WIB, saham BYAN terpantau naik hingga 17,53% menuju level Rp16.925 per saham. Saham BYAN bergerak pada kisaran harga Rp15.500–Rp16.925 pada perdagangan pagi ini.

Sebanyak 4,63 juta saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp78,33 miliar. Kapitalisasi pasar saham BYAN tercatat menyentuh Rp564,17 triliun.

Saham BYAN tercatat sudah menguat 7,8% sejak awal tahun ini, serta melonjak 40,75% sepanjang sepekan terakhir.

Terkini