Bank JTrust Siapkan Gedung Baru Rp700 Miliar di Jakarta Pusat

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:12:01 WIB
Bank JTrust.

JAKARTA — PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) mengincar pertumbuhan aset mencapai Rp100 triliun selama 5 tahun mendatang dari perluasan bisnis di Indonesia.

Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai mengatakan pertumbuhan aset dapat dicapai melalui ekspansi bisnis dan kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang.

Hingga akhir Juni 2026, aset BCIC tercatat mencapai Rp39,84 triliun.

"Dalam lima tahun mendatang target aset kami bertumbuh menjadi Rp100 triliun dari saat ini yang hampir Rp40 triliun,” ujarnya dikutip, Jumat (28/8/2026).

Sejalan dengan pertumbuhan aset, BCIC juga tengah memperkuat fondasi bisnis di Indonesia dengan menggelontorkan investasi senilai Rp700 miliar untuk membangun kantor pusat yang baru.

Menara setinggi 24 lantai yang berada di pusat Jakarta, dekat kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas bisnis sekaligus bagian dari strategi transformasi J Trust Bank.

“Pembangunan kantor pusat J Trust Bank City Tower merupakan keyakinan kami yang kuat terhadap masa depan ekonomi Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen jangka panjang kami,” ujarnya.

Menurut Ritsuo Fukadai, pembangunan kantor pusat baru tidak sekadar berkaitan dengan ekspansi fisik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi rebranding J Trust Bank.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat bisnis, meningkatkan kesadaran merek, sekaligus mengokohkan posisi perseroan sebagai mitra keuangan bagi nasabah.

“Lebih dari itu, proyek ini adalah langkah awal dari strategi rebranding J Trust Bank. Hal ini bukan sekadar perubahan penampilan atau logo, melainkan sebuah proses untuk memperkuat strategi bisnis, meningkatkan kesadaran merek, dan mengukuhkan posisi kami sebagai mitra keuangan yang terpercaya,” terangnya.

Proyek pembangunan J Trust Bank City Tower dipercayakan kepada PT Tatamulia Nusantara Indah (TATA), perusahaan yang 67 persen sahamnya dimiliki Toda Corporation dari Jepang.

Keterlibatan perusahaan Jepang tersebut turut memberikan dimensi strategis pada proyek ini, karena mencerminkan kolaborasi investasi dan bisnis antara Jepang dan Indonesia.

Perseroan berharap gedung baru tersebut tidak hanya menjadi simbol pertumbuhan dan transformasi perseroan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan aktivitas bisnis dan kolaborasi antar perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan hingga Juni 2026, laba bersih JTrust Bank tercatat sebesar Rp80,24 miliar, turun 28,9 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp112,86 miliar.

Sepanjang enam bulan pertama 2026, pendapatan bunga BCIC turun menjadi Rp1,19 triliun dari Rp1,49 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, beban bunga juga turun menjadi Rp829,33 miliar dari Rp1,10 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih tercatat Rp360,98 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp390,29 miliar pada semester I/2025.

Pendapatan operasional lainnya juga melemah menjadi Rp139,11 miliar dari Rp153,95 miliar.

Penyaluran kredit naik menjadi Rp28,89 triliun per Juni 2026, meningkat sekitar 8,7 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp26,59 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh tipis menjadi Rp33,92 triliun dari Rp33,56 triliun pada akhir tahun lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menyambut positif ekspansi BCIC.

Ia berharap pembangunan kantor pusat baru J Trust Bank dapat memperkuat arus investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Airlangga membeberkan Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang ke Indonesia mencapai US$3,1 miliar atau sekitar Rp51 triliun sepanjang 2025.

Angka tersebut menempatkan Jepang sebagai kontributor PMA terbesar kelima di Indonesia sepanjang tahun lalu.

Memasuki semester I/2026, aliran modal asing asal Negeri Sakura tetap menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai US$1,9 miliar.

Airlangga juga mengutip hasil survei Japan External Trade Organization (JETRO) yang menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan asing di Indonesia berhasil mengantongi keuntungan.

Performa tersebut sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,45 persen hingga semester I-2026, sehingga menjadikan Indonesia tetap menarik bagi para investor asing.

Terkini