Pakar Urologi Ungkap Pemicu Tingginya Kasus Batu Ginjal di Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 03:36:01 WIB
Ilustrasi Sakit Batu Ginjal.

JAKARTA - Kasus batu ginjal beserta saluran kemih di Indonesia tergolong tinggi. Indonesia bahkan tergolong dalam kawasan stone belt of the world atau wilayah dengan angka kasus tersebut yang terbilang tinggi.

Spesialis urologi dari Bethsaida Hospital, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU, menyampaikan bahwa tingginya kasus batu ginjal tidak lepas dari beragam faktor, mulai dari kondisi lingkungan hingga kebiasaan sehari-hari warga RI.

"Artinya Indonesia ini paling banyak penduduknya yang menderita batu di ginjal dan saluran kencing. Ini penelitiannya secara persentase," ujar dr Boyke dikutip dari detikhealth, Kamis (27/8).

Menurut penjelasan dr Boyke, kondisi cuaca di Indonesia yang cenderung panas serta lembap menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko. Cuaca panas mengakibatkan tubuh lebih gampang kekurangan cairan melalui keringat.

Jika kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi, urine bakal menjadi lebih pekat sehingga mendorong terbentuknya kristal yang berkembang menjadi batu.

Selain faktor lingkungan, kandungan endapan dari air minum yang dikonsumsi masyarakat pada beberapa wilayah juga dapat memberikan pengaruh.

Namun, terdapat hal lain yang ikut memegang peran besar. Kebiasaan harian seperti kurang minum air putih yang dipadukan dengan pola makan tidak teratur, seperti gemar mengonsumsi gorengan maupun camilan kacang-kacangan, menjadi pemicu terbentuknya batu ginjal.

dr Boyke menerangkan, seluruh jenis makanan yang dikonsumsi akan melewati proses metabolisme serta penyaringan pada ginjal. Di dalam proses filtrasi tersebut, ginjal mengurai sisa makanan yang berpotensi membentuk kristal.

"Kristal ini kalau tersimpan di ginjal, kalau tidak ada olahraga, kurang minum, akibatnya dia akan mengumpul menjadi batu. Makanya jadinya ginjalnya bekerja lebih keras," jelas dr Boyke.

Oleh karena itu, menjaga kecukupan asupan cairan menjadi salah satu hal krusial untuk membantu menekan risiko terbentuknya batu ginjal. Di samping cukup minum, masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, serta waktu istirahat.

"Maka alangkah baiknya kami hidup seimbang. Menjadi manusia yang mengerti mengenai masalah diri kami dengan makan yang sesuai, minum yang sesuai dan cukup, olahraga juga istirahat pun demikian," tutupnya.

Terkini