PGN Pastikan Pasokan Gas 5,45 BBTUD dari Blok Tungkal Jambi sampai 2034

Rabu, 02 September 2026 | 12:56:00 WIB

DAILYENERGI.COM — PGN, yang berperan sebagai Subholding Gas Pertamina, meneken kerja sama dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited (MontD'Or) pada Senin (31/8). Perjanjian itu disaksikan langsung oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, bersama General Manager MontD'Or, Hendra Jaya. Langkah ini memastikan pembeli untuk gas yang nantinya diproduksi dari WK Tungkal.

Gas dari Jambi untuk Pelanggan Sumatera

Alokasi gas sebesar 5,45 BBTUD ini akan disalurkan PGN untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Sumatera Bagian Tengah. Posisi WK Tungkal yang strategis memungkinkan PGN mengalirkan gas langsung ke jaringan pipa eksisting milik perusahaan di Pulau Sumatera.

Kontrak ini bukan sekadar menambah volume. Bagi PGN, perjanjian ini memberi kepastian penyerapan gas dan menjaga keandalan penyaluran ke pelanggan yang sudah terhubung dengan infrastruktur mereka. Artinya, pasokan gas untuk pabrik, usaha komersial, hingga rumah tangga di kawasan tersebut bisa lebih terjamin.

Kunci dari Regulator dan Kontraktor

PGN menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM dan SKK Migas atas dukungan percepatan realisasi tambahan pasokan ini. Dukungan regulator menjadi krusial agar kontrak semacam ini bisa segera dieksekusi dan gas yang sudah ditemukan bisa segera dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri, alih-alih menganggur.

Aldiansyah menegaskan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan gas bumi nasional sebagai energi yang andal dan berkelanjutan.

"Kerja sama ini merupakan langkah penting dan strategis dalam upaya memperkuat pemanfaatan gas bumi nasional sebagai energi yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media.

Menjaga Pasokan, Mengurangi Ketergantungan Impor

Kontrak jangka panjang seperti ini menjadi instrumen penting di tengah tren penurunan produksi gas alam di sejumlah blok tua. Dengan mengunci pasokan dari WK Tungkal, PGN berupaya menjaga kontinuitas layanan kepada konsumen.

Perusahaan pelat merah ini juga menegaskan komitmennya untuk memadukan pasokan dari berbagai sumber, baik gas pipa maupun LNG (gas alam cair). Langkah ini dilakukan agar risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan dan kebutuhan energi industri, komersial, hingga rumah tangga tetap terlayani.

Aldiansyah berharap kolaborasi dengan SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama, khususnya MontD'Or, tidak berhenti di blok Tungkal. Ia optimistis sinergi ini bakal menghadirkan manfaat nyata bagi pertumbuhan industri dan perekonomian nasional.

"Kami optimis kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan industri dan perekonomian nasional," tutup Aldiansyah.

Terkini