DSLNG Produksi 2.200 Barel Kondensat per Hari, Dikirim ke Chandra Asri

DSLNG Produksi 2.200 Barel Kondensat per Hari, Dikirim ke Chandra Asri

DAILYENERGI.COM — Perusahaan pengolah gas alam di Indonesia ini tidak hanya fokus pada produksi LNG. DSLNG, yang berlokasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, juga mengelola kondensat—cairan hidrokarbon ringan yang keluar bersamaan dengan gas alam—sebagai komoditas yang dijual ke industri dalam negeri.

Doni Rahmadana, Marine Superintendent DSLNG, mengungkapkan bahwa produksi kondensat perusahaan mencapai angka rata-rata 2.200 barel per hari. Angka ini menjadi bagian dari operasional rutin DSLNG di samping pengolahan gas menjadi LNG untuk pasar ekspor dan domestik.

Apa Itu Kondensat dan Mengapa Penting?

Kondensat adalah campuran hidrokarbon berwujud cair yang diperoleh dari sumur gas alam. Bahan ini menjadi umpan berharga bagi industri petrokimia karena dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk, seperti nafta, pelarut, hingga bahan baku plastik.

Keberadaan pembeli tetap seperti Chandra Asri memberikan kepastian pasar bagi DSLNG. Chandra Asri sendiri merupakan perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia, sehingga kebutuhan bahan bakunya dipastikan terserap untuk keperluan produksi industri.

Dengan adanya rantai pasok ini, DSLNG tidak perlu mencari pembeli di luar negeri untuk produk kondensatnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat hilirisasi industri di sektor energi dan kimia.

Profil Singkat DSLNG di Sulawesi Tengah

DSLNG mengoperasikan fasilitas pengolahan gas alam dan kilang LNG di kawasan Senoro, Kabupaten Banggai. Perusahaan ini memproses gas dari blok Senoro-Toili, yang menjadi salah satu sumber gas utama di kawasan timur Indonesia.

Produk utama DSLNG adalah LNG yang dikirim ke berbagai negara, tetapi kehadiran kondensat menambah nilai komersial dari setiap molekul gas yang diekstraksi dari perut bumi. Pengelolaan dua produk sekaligus membuat operasional perusahaan lebih efisien dari sisi pendapatan.

Bagi perekonomian daerah, aktivitas DSLNG ikut menggerakkan sektor jasa dan logistik. Kegiatan pengiriman kondensat secara rutin membutuhkan dukungan pelabuhan, kapal pengangkut, serta tenaga kerja lokal di sekitar area operasi.

Jaminan Pasokan untuk Industri Domestik

Pasokan kondensat dari DSLNG ke Chandra Asri menjadi contoh pemanfaatan sumber daya alam untuk kebutuhan industri dalam negeri. Ketergantungan industri petrokimia pada bahan baku impor bisa dikurangi lewat penyerapan produksi domestik seperti ini.

Meski jumlahnya relatif kecil dibandingkan produksi LNG, aliran kondensat yang stabil membantu Chandra Asri menjaga kontinuitas pabriknya. Di sisi lain, DSLNG mendapatkan kepastian pendapatan dari produk sampingan yang sebelumnya mungkin kurang termanfaatkan.

Ke depan, pola kerja sama semacam ini diharapkan bisa diperluas ke perusahaan energi lain di Indonesia, terutama yang berlokasi dekat dengan kawasan industri pengguna.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index