Bapanas: 380.000 Ton Beras Bulog untuk Tepung Bukan Beras Turun Mutu

Rabu, 09 September 2026 | 23:14:32 WIB
Pekerja menggendong karung beras di Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa stok 380.000 ton beras yang bakal dialihkan ke sektor industri tepung bukanlah beras yang mengalami penurunan mutu, melainkan beras dengan masa simpan melebihi empat bulan yang tetap memenuhi kriteria standar mutu beras medium.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rahmi Widiriani memaparkan bahwa beras dengan durasi simpan lebih lama justru menyimpan karakteristik yang pas untuk kebutuhan industri tepung, terutamanya lantaran tingkat kadar airnya lebih rendah serta memiliki kandungan pati yang tinggi.

“Yang dimaksudkan adalah beras dengan usia simpan yang lama. Kondisinya masih bagus sesuai standar mutu simpan beras medium. Berasnya jadi lebih kering dan kandungan patinya tinggi,” kata Rahmi, Rabu (9/9/2026).

Rahmi menerangkan bahwa industri tepung memerlukan broken rice atau beras pecah yang memiliki spesifikasi khusus. Pasokan bahan baku tersebut bukan diambil dari beras yang baru saja dipanen, melainkan beras yang sanggup memenuhi kualifikasi seperti kadar air di bawah 14% hingga tingkat amilopektin serta protein yang rendah.

“Beras yang akan dilepas ke industri atau UMKM tepung, bukan beras turun mutu. Tapi beras yang usia simpan lebih dari 4 bulan. Seperti kami tahu, industri tepung perlu broken rice dengan syarat beras broken, bukan beras yang baru pane. Syaratnya kadar air kurang dari 14%, kandungan pati tinggi 80–85%, amilopektin rendah dan protein rendah,” terangnya.

Rahmi menekankan bahwa rotasi stok cadangan beras pemerintah (CBP) pada dasarnya dijalankan demi menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus menopang stabilitas harga.

Lebih jauh, Rahmi mengimbuhkan bahwa langkah kebijakan ini turut berpotensi membuka keran sumber bahan baku lokal bagi industri tepung beras. Bapanas menyebut persediaan CBP dapat dimanfaatkan guna memasok kebutuhan bahan baku industri bilamana pasokan dari pasar umum dalam negeri masih kurang.

“Untuk mendukung tambahan bahan baku UMKM industri tepung beras dapat menggunakan CBP jika pemenuhan dari pasar umum dalam negeri masih kurang. Tidak diperlukan impor beras pecah lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Perum Bulog telah menyiapkan kisaran 380.000 ton beras dengan masa simpan lebih dari 10 bulan untuk dialihfungsikan menjadi bahan baku tepung beras.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa skema tersebut diharapkan sanggup mencegah risiko kerusakan stok yang lebih parah sekaligus menekan ketergantungan industri atas impor beras pecah.

“Yang disetujui hanya pengalihan beras turun mutu yang 380.000 ton itu dijadikan beras hilirisasi yaitu menjadi tepung beras,” kata Rizal saat ditemui di Kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Rizal membeberkan bahwa beras yang akan dimanfaatkan tersebut mengantongi masa simpan di atas 10 bulan dan dinilai tepat untuk diproses menjadi tepung lantaran memenuhi prasyarat kadar amilosa.

Adapun stok beras tersebut nantinya disediakan Bulog sebagai bahan baku dan ditawarkan melalui lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dengan patokan harga terendah Rp11.000 per kilogram. Para pelaku usaha, termasuk sektor UMKM, diperbolehkan membeli beras tersebut selama memiliki sarana produksi untuk memprosesnya menjadi tepung beras.

Terkini