JSMR Alokasikan Capex Rp12 Triliun demi Tuntaskan 5 Proyek Tol 2026

JSMR Alokasikan Capex Rp12 Triliun demi Tuntaskan 5 Proyek Tol 2026
Ilustrasi Gerbang Tol Tomang.

JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencatatkan penyerapan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp4,4 triliun pada semester I/2026 dari keseluruhan alokasi yang diperkirakan mencapai Rp12 triliun untuk tahun 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan alokasi belanja modal tersebut dialokasikan bagi pembiayaan operasional, pemeliharaan, serta investasi pengerjaan lima proyek jalan tol yang tengah berjalan.

Adapun lima proyek yang menjadi fokus utama alokasi belanja modal tersebut meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan seksi Setu—Sadang, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Jogja-Bawen, Jalan Tol Jogja-Solo, serta Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.

“Serapan capex tahun ini sangat tergantung pada realisasi di lapangan tentunya. Namun, kami estimasikan bahwa capex investasi hingga akhir 2026 mencapai sekitar Rp12 triliun," ujarya dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Di samping itu, Rivan menegaskan bahwa realisasi anggaran difokuskan pada pemaksimalan jadwal konstruksi serta pengoperasian secara bertahap guna memastikan kestabilan kondisi finansial perseroan.

Kedisiplinan dalam alokasi modal ini turut menopang capaian kinerja keuangan perseroan pada paruh pertama tahun ini. JSMR membukukan laba bersih senilai Rp1,91 triliun pada semester I/2026, tumbuh 2,0 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pencapaian tersebut dipicu oleh peningkatan pendapatan usaha sebesar 7,6 persen YoY menjadi Rp10,31 triliun. Secara terperinci, pendapatan ini bersumber dari tarif tol senilai Rp9,5 triliun dan unit usaha lainnya sebesar Rp798,2 miliar.

Pada saat yang sama, perolehan EBITDA perseroan tercatat tumbuh 8,1 persen YoY menjadi Rp6,99 triliun dengan margin EBITDA yang terjaga pada level 67,8 persen.

Mengenai progres pembangunan, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Ari Respati membeberkan perkembangan proyek Jalan Tol Jogja-Bawen, Jogja-Solo, Probolinggo-Banyuwangi, Jakarta-Cikampek II Selatan, hingga Akses Patimban.

Untuk Jalan Tol Jogja-Bawen seksi Yogyakarta—SS Banyurejo, perseroan sedang melangsungkan tahapan provisional hand over (PHO) sebelum dilanjutkan dengan uji laik fungsi di seksi SS Ambarawa—Junction Bawen.

Selanjutnya, pada ruas Jalan Tol Jogja-Solo, seksi Kartasura—Prambanan telah beroperasi secara komersial, sementara seksi Prambanan—Maguwoharjo serta Trihanggo—Junction Sleman masih dalam proses konstruksi.

“Terakhir, jalan tol Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 49,68 km yaitu Probolinggo—Situbondo Barat telah selesai,” ucap Ari.

Ia menambahkan bahwa saat ini Ruas Tol Paiton—Besuki tengah memasuki tahap uji laik fungsi dan operasi (ULFO) sebagai persiapan operasional yang ditargetkan mulai awal 2027.

Hingga akhir Juni 2026, JSMR memegang 36 konsesi jalan tol sepanjang 1.736 km, dengan 1.294 km di antaranya telah beroperasi. Porsi tersebut mewakili sekitar 42 persen dari seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Dari struktur pembiayaan, JSMR mengenerapkan komposisi 30 persen dari ekuitas internal dan 70 persen melalui pendanaan eksternal perbankan maupun pasar modal. Profil risiko utang perseroan tetap terkendali dengan gearing ratio di level 1,2 kali dan interest coverage ratio (ICR) sebesar 3,9 kali.

Manajemen menargetkan gearing ratio akan terus terjaga di bawah 1,5 kali serta ICR di atas 2,5 kali hingga pengujung tahun guna memastikan kondisi likuiditas tetap aman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index