DAILYENERGI.COM — Proton Savvy jadi satu-satunya city car Malaysia yang memadukan mesin Prancis dan sentuhan insinyur Inggris. Mobil lima pintu ini sempat dijual di Indonesia lewat PT Proton Edar Indonesia dan menyabet gelar Best City Car pada 2007.
Proton Savvy lahir dari kondisi sulit. Pabrikan Malaysia itu kehilangan pijakan di segmen mobil kecil setelah kerja sama dengan PSA berakhir pada tahun 2000. Proton Tiara, hasil kolaborasi sebelumnya, berhenti diproduksi dengan catatan penjualan yang jauh dari harapan.
Untuk mencari pengganti, Proton menjalankan proyek dengan kode internal Tiara Replacement Model (TRM). Bodi dan platform dikerjakan sendiri, sementara urusan dapur pacu diserahkan ke pemasok luar yang sudah terbukti di pasar Eropa.
Mesin Renault di Bawah Kap Clamshell
Pilihan jatuh ke mesin berkode D4F berkapasitas 1.2 liter. Konfigurasinya empat silinder 16 katup dengan tenaga 75 dk dan torsi 105 Nm, angka yang terbilang besar untuk kelasnya saat itu.
Unit yang sama dipakai Renault untuk mengisi ruang mesin Clio generasi kedua dan Twingo. Transmisi manual lima percepatannya pun dipinjam langsung dari Clio. Beberapa bulan setelah peluncuran, Proton menambah varian bertransmisi Automated Manual Transmission (AMT) Magneti Marelli Quickshift 5.
Mesin D4F sendiri sudah lebih dulu dipakai di berbagai model Renault dan Dacia sejak awal era 2000-an. Langkah ini memangkas ongkos dan waktu pengembangan mesin baru yang menuntut biaya riset besar.
Sasis Diracik Insinyur Lotus
Sentuhan Eropa tidak berhenti di mesin. Sasis Savvy mendapat penanganan dari para insinyur Lotus di Hethel, Inggris, yang saat itu berada di bawah kendali Proton.
Jejak Renault juga terbaca di dalam kabin lewat penempatan tuas transmisi mundur di posisi kiri atas, lengkap dengan cincin pengunci. Pola tersebut lazim dipakai mobil-mobil Eropa sejak pertengahan tahun 1990-an.
Kiprah Singkat di Indonesia
Savvy dipasarkan di Indonesia lewat PT Proton Edar Indonesia (PEI) dengan pilihan transmisi manual dan AMT. Mobil ini sempat menyabet gelar Best City Car di ajang Indonesian Car of the Year 2007.
Pada masanya, Savvy bersaing dengan Suzuki Karimun Estilo, Hyundai AtoZ, Daihatsu Sirion, dan KIA Picanto. Eksistensinya di Tanah Air tak berlangsung lama.
Produksi Savvy dihentikan pada tahun 2011. Penjualannya di Malaysia tergerus oleh Perodua Myvi, yang akhirnya menutup riwayat city car bermesin Renault ini.