ESDM: Belum Ada Investasi PLTB Masuk RI dalam 4 Tahun Terakhir

Rabu, 16 September 2026 | 20:52:00 WIB

DAILYENERGI.COMKementerian ESDM mengungkap tidak ada satu pun investasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang masuk ke Indonesia selama empat tahun terakhir. Padahal pemerintah sudah merencanakan pembangunan 11 gigawatt (GW) PLTB dalam RUPTL 2025-2034. Kekosongan investasi ini menjadi ganjalan bagi target bauran energi terbarukan yang kini baru menyentuh 13%.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyampaikan hal itu usai mengecek langsung dua lokasi PLTB yang sudah beroperasi. Keduanya berada di Sulawesi Selatan: PLTB Sidrap berkapasitas 75 megawatt (MW) dengan 30 turbin, serta PLTB Tolo Jeneponto berkapasitas 72 MW dengan 20 turbin.

Dari kunjungan itu, Eniya justru menemukan alasan kuat mengapa angin seharusnya dilirik. "Kemarin saya cek ke dua lokasi PLTB ingin tahu sebetulnya kenapa (tidak ada investasi masuk). padahal sangat bagus sekali (PLTB) karena kita bisa panen angin saat kemarau dan kondisi air surut," kata Eniya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).

Angin Kencang Justru Saat Kemarau

PLTB punya karakter yang jarang dimiliki pembangkit lain. Pada periode Juni hingga pertengahan Oktober, turbin angin bisa berputar penuh 24 jam karena intensitas angin sedang tinggi.

Karakter itu bertolak belakang dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang debitnya menyusut di musim kemarau. Kombinasi keduanya dinilai saling menutup kelemahan.

Eniya menambahkan, cuaca panas berkepanjangan yang biasanya jadi masalah justru mendatangkan berkah bagi PLTB. "Apalagi dipicu kondisi panas yang berkepanjangan, justru membuat angin semakin tinggi," ujarnya.

Wilayah yang Dibidik Pemerintah

Pemerintah sudah memetakan sejumlah daerah untuk pengembangan PLTB. Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan masuk daftar. Wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Nusa Tenggara Timur juga dibidik.

Potensi besar sebenarnya juga tersimpan di utara Pulau Jawa. Pada 2024, Kementerian ESDM menghitung ketinggian 140 meter di kawasan itu bisa menghasilkan listrik sekitar 2 GW. Temuan serupa muncul di selatan Pulau Sulawesi.

Plt Dirjen EBTKE saat itu, Jisman P Hutajulu, menyebut peluang tersebut kemungkinan digarap swasta lewat skema Independent Power Producer (IPP). "Sepertinya itu ya, jadi ada nanti IPP. Tapi ujung-ujungnya nanti akan dilelang," kata Jisman di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (5/3/24).

Terkini