JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa alokasi dana untuk menghadapi fenomena El Nino sudah dialokasikan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Pemerintah memasukkan alokasi tersebut ke dalam pos dana kebencanaan APBN yang dirancang fleksibel agar mampu merespons beragam kondisi dinamis di lapangan.
"Di dalam APBN 2026 telah ada anggaran yang memang disiapkan untuk bencana," ujar Suahasil usai menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa Ke-2 Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
Suahasil menilai keluwesan anggaran sangat krusial supaya pemerintah sigap menghadapi kejadian yang tak disangka, termasuk ancaman kekeringan akibat El Nino serta bencana alam lainnya.
"Tentu fleksibilitas anggaran sangat diperlukan untuk memastikan bahwa anggarannya responsif terhadap situasi yang berkembang, situasi bencana alam, situasi kekeringan dan yang lainnya harus kami tangani," ujar Menkeu.
"Pressure dari berbagai macam kejadian yang tak terduga itu tentu harus kami tanggulangi untuk kebaikan masyarakat," tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menuturkan adanya lonjakan signifikan pada pos dana kebencanaan 2026 menjadi Rp1,1 triliun berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Said menyebut angka tersebut sebelumnya hanya berada di besaran Rp494 miliar.
Peningkatan alokasi dana ini dipastikan bakal terus diperjuangkan. Alokasi itu mencakup dana on call sebesar Rp256 miliar, Dana Siap Pakai (DSP) Rp5 triliun untuk penanggulangan bencana, hingga dana pooling insurance Rp14 triliun.
Selain itu, pemerintah turut mengalokasikan dana sebesar Rp10 triliun yang diperuntukkan bagi proses pemulihan serta rekonstruksi wilayah pascabencana di Sumatera.