Anthropic Jalankan Lab Biologi Basah, Uji Model AI Lewat Eksperimen Fisik

Sabtu, 19 September 2026 | 06:13:00 WIB

DAILYENERGI.COM — Anthropic mengonfirmasi memiliki laboratorium biologi basah (wet lab) untuk menguji model AI-nya melalui eksperimen fisik, bukan sekadar simulasi digital. Kepala ilmu hayati Anthropic Eric Kauderer-Abrams menyebut pihaknya "benar-benar melakukan itu hari ini", dengan lab yang beroperasi seperti fasilitas biotek umumnya. Langkah ini menempatkan Anthropic di wilayah abu-abu antara ambisi medis dan kekhawatiran risiko AI yang selama ini digaungkannya sendiri.

Kauderer-Abrams menegaskan bahwa kerja laboratorium tetap jadi ujian akhir bagi riset biologi. Menurutnya, pendekatan itu belum tergantikan oleh simulasi komputasi dalam waktu dekat.

Lab tersebut berjalan dengan pola serupa fasilitas biotek lain. Anthropic mengerjakan sebagian riset secara internal, sambil tetap menggandeng mitra eksternal.

    Apa yang Dikerjakan di Lab Basah

    Anthropic menolak merinci objek riset laboratoriumnya. Perusahaan hanya memastikan fokusnya bukan pada penemuan obat (drug discovery).

    Pembatasan itu tampak disengaja. Anthropic tidak ingin terlihat bersaing dengan industri farmasi yang selama ini jadi pelanggan dan mitranya.

    Perusahaan baru saja mengumumkan kerja sama riset penemuan obat dengan Novo Nordisk. Langkah itu memperkuat posisi Anthropic sebagai pemasok model AI bagi sektor farmasi, bukan pesaingnya.

    Jejak Akuisisi Coefficient Bio

    Laboratorium ini bukan proyek dadakan. Pada April, Anthropic mengakuisisi Coefficient Bio, startup AI biotek yang sebelumnya beroperasi senyap.

    Akuisisi itu jadi fondasi kapabilitas laboratorium basah Anthropic. Perusahaan belum mengungkap nilai transaksi maupun jumlah personel yang bergabung.

    Anthropic juga meluncurkan Life Sciences Verification Program pekan ini. Program itu memberi peneliti biologi terverifikasi akses ke model paling kuat milik perusahaan.

    Ketegangan di Balik Janji Kuratif

    CEO Dario Amodei beberapa waktu lalu menyatakan keyakinannya bahwa AI bisa menyembuhkan sebagian besar penyakit utama dalam 5–10 tahun ke depan. Pernyataan itu menuntut kemampuan model menguji teorinya di dunia nyata.

    Di sisi lain, Anthropic berulang kali memperingatkan risiko eksistensial dari AI. Kepala alignment perusahaan bahkan memperkirakan peluang AI memusnahkan manusia dalam satu dekade ke depan di atas 10 persen.

    Amodei menyebut bioterorisme sebagai salah satu risiko terbesar AI. Akhir pekan lalu, ia menerbitkan tulisan yang menyerukan industri memperlambat laju pengembangan dan menerapkan swa-regulasi.

    Kombinasi peringatan keras dan pembangunan lab basah mengundang reaksi di kalangan teknologi. Investor sekaligus pendiri startup AI coding, Chamath Palihapitiya, menyindir lewat X: "The group behind such hits as: 'We're All Going To Die' and 'Regulate Me Now' are building a wet lab in SF. I do not recommend this."

    Anthropic sebelumnya juga menghadapi kritik saat meluncurkan produk yang dianggap bersaing dengan layanan pelanggannya sendiri. Pola itu membuat posisi perusahaan di ekosistem AI dan biotek semakin rumit.

    Bagi pelaku industri, langkah Anthropic menandai pergeseran: pemasok model AI kini masuk ke wilayah validasi laboratorium. Dampaknya ke rantai pasok riset farmasi dan biotek global masih akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

Terkini